Sidoarjo (republikjatim.com) - Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengajak masyarakat Sidoarjo untuk mengembangkan pasar perumahan maupun pasar desa. Hal ini lantaran dapat menopang kekurangan jumlah pasar tradisional yang ada di Sidoarjo karena luasnya wilayah.
Selain itu, keberadaan pasar perumahan dan pasar desa mampu mengurangi jumlah warga yang bergerombol di pasar tradisional saat pandemi Covid-19.
"Pasar itu kebutuhan masyarakat menengah ke bawah yang jumlahnya sangat banyak. Ini harus betul-betul dikawal pemerintah daerah agar menjadi pasar yang layak jadi konsumsi warga menengah ke bawah. Pasar yang dibangun di tingkat RW (perumahan atau desa) agar warga tidak terlalu jauh berbelanja. Karena luasnya wilayah Sidoarjo maka perlu dibangun pasar-pasar di tingkat lingkungan itu," ujar BHS saat mengunjungi Pasar Perumahan Bumi Cabean Asri, Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Senin (20/07/2020).
Kendati demikian, mantan anggota DPR RI ini berharap agar pasar lingkungan perumahan dan desa tetap memperhatikan kenyamanan konsumen, termasuk keamanan dan kenyamanan pedagang. Tujuannya agar perekonomian kerakyatan tetap terus berkelanjutan. Selain itu, bangunan pasar juga tidak berdiri di tata ruang yang salah.
"Kalau pasar ini sudah benar tata ruangnya, kalau ssya diamanahi sebagai bupati pasti akan kita renovasi yang lebih baik. Sehingga menjadi pasar yang layak. Termasuk akan dilengkapi Alat Pemadam Kebakaran (Apar) meski dekat dengan air. Karena itu standar pasar agar semua merasa aman," imbuhnya.
Berdasarkan perhitungan luas wilayah, kata Alumnus ITS Surabaya maka pasar tradisional di Sidoarjo jumlahnya kurang banyak. Karena itu keberadaan pasar lingkungan perumahan maupun desa sangat membangun kekurangan jumlah pasar tradisional itu. Apalagi, saat pandemi virus Corona, pasar tradisional sangat terbantu dengan keberadaan pasar lingkungan itu. Agar masyarakat tidak bergerombol dan berkumpul di pasar tradisional saja.
"Apalagi pasar RW di perumahan ini dapat dimanfaatkan konsumen dari sekitar 4 sampai 5 perumahan di sekitarnya. Jadi pasar ini sangat staretegis meski lahannya kurang. Saya juga berharap produksi disini tanaman toga di lingkungan perumahan bisa dimanfaatkan dan dijual di pasar ini. Semoga pasar ini terus bermanfaat," tegasnya.
Sementara Ketua RW 06 Perumahan Bumi Cabean Asri, Supriyanto yang juga pengelola dan penggagas pasar perumahan ini menegaskan jumlah pedagang yang menempati los dan stan ada sekitar 32 warga perumahan setempat. Akan tetapi, jika hari Minggu atau hari besar lainnya jumlahnya bertambah sekitar 40 pedagang lagi sebagai pedagang temporer. Karenanya meski baru dioperasikan sejak 4 tahun lalu, pihaknya berkeinginan membesarkan pasar itu.
"Sekarang sudah ada 4 sampai 5 warga perumahan berdekatan belanja disini. Karena di perumahan lain itu tak ada pasarnya. Padahal dulunya lahan pasar ini lahan kumuh karena selokan bercampur sampah. Iurannya juga tidak memberatkan pedagang dan hasilnya juga untuk kas warga karena masuk kas RW 06 semua," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi