Sidoarjo (republikjatim.com) - Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong Candi Dermo yang ada di Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo bisa menjadi wisata dan ikon sejarah sekaligus religi. Politisi Partai Gerindra ini berkeinginan Candi Demo yang konon dikenal sebagai Candi peninggalan Kerajaan Majapahit masa peralihan dari Hindu ke Islam itu, bisa dikenal wisatawan Jatim dan nasional.
"Candi Dermo ini memiliki nilai wisata sejarah dan religi. Karena ada makam Mbah Kuning dan musalanya di sisi utara bangunan candi. Saya berharap Candi Dermo ini bisa makin dikenal masyarakat Jawa Timur dan bila perlu dikenal (wisatawan) sampai menasional," ujar BHS saat memberi bantuan sembako dampak Covid-19 ke Juru Kunci Candi Dermo, Hadi Ismawanto, Jumat (15/05/2020).
Mantan anggota DPR RI ini menjelaskan agar Candi Dermo lebih dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan, maka butuh dukungan masyarakat Sidoarjo dan Pemkab Sidoarjo. Bentuk dukungan itu, diantaranya dengan pelajar dan warga berkunjung ke candi yang diperkirakan dibangun pada 1353 atau di era Hayam Wuruk itu. Dia mencontohkan Candi Dermo dikenalkan kepada pelajar TK, SD hingga SMP dengan kunjungan terjadwal dan rutin.
"Kunjungan ini tujuannya agar para pelajar Sidoarjo lebih mengenal peninggalan sejarah di Sidoarjo. Siapa lagi yang mau mengembangkan dan memajukan wisata sejarah Candi Dermo ini, kalau tidak diri kita sendiri sebagai masyarakat Sidoarjo," imbuhnya.
Kendati demikian, lanjut Alumni ITS Surabaya ini dalam pengembangan Candi Dermo menjadi destinasi wisata masih memnutuhkan sejumlah dukungan. Dia mencontohkan misalnya digelar pagelaran tarian tradisional di kawasan Candi Dermo hingga dukungan pertunjukkan seni dan budaya lainnya. Termasuk adanya papan sejarah singkat dan asal muasal pembangunan Candi Dermo itu.
"Termasuk harus ada aksesoris dan pernak-pernik khas Candi Dermo yang bisa dijual di lokasi. Sehingga wisata Candi Dermo bisa membawa berkah bagi warga desa sekitar. Setiap kegiatan juga melibatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai pendukung Candi Dermo agar makin menarik perhatian wisatawan," tegasnya.
Sementara itu, Juru kunci Candi Dermo, Hadi Ismawanto menegaskan Candi Dermo selama ini banyak dikunjungi pelajar saat hari Sabtu dan Minggu. Rata-rata, kata pria 41 tahun ini rombongan pelajar TK, SD, SMP dan SMA itu berasal dari Sidoarjo dan sejumlah beberapa kota lainnya. Namun, karena saat ini Candi Dermo dalam proses pemugaran sejak Tahun 2014 lalu, karena kondisinya sudah lapuk itu, penerimaan kunjungan untuk kalangan pelajar belum bisa maksimal dalam jumlah besar.
"Tahun 2020 ini bakal selesai pemugarannya. Kami akan maksimalkan penerimaan kunjungan. Agar Candi setinggi 13,5 meter peninggalan Kerajaan Terus semakin dikenal masyarakat luas," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi