Dampak Pembangunan Proyek Balai Besar Rp 6,36 Miliar, Warga Blurukidul Sambat Rumahnya Retak-Retak

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
PEMANCANG - Proyek pembangunan Pengendalian Banjir di Sidoarjo yang menelan anggaran Rp 6,36 miliar di aliran Sungai Blurukidul, Kecamatan Sidoarjo dikeluhkan warga sekitar karena diduga memicu keretan (kerusakan) bangunan rumah warga, Selasa (05/11/2019)
PEMANCANG - Proyek pembangunan Pengendalian Banjir di Sidoarjo yang menelan anggaran Rp 6,36 miliar di aliran Sungai Blurukidul, Kecamatan Sidoarjo dikeluhkan warga sekitar karena diduga memicu keretan (kerusakan) bangunan rumah warga, Selasa (05/11/2019)

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sejumlah warga RT 02, RW 07, Desa Blurukidul, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo mengeluh. Ini menyusul, bangunan rumah mereka terutama di bagian kamar dan dapur mengalami retak-retak. Kerusakan rumah warga ini menyusul ada pembangunan Proyek Pengendalian Banjir di Sidoarjo senilai Rp 6,36 miliar yang dikerjakam CV Cipta Karya Mandiri.

Bahkan sebagian warga mengaku saat pemasangan tiang pemancang (sheet pile) proyek Balai Besar Wilayah Sungai Brantas ini takut jika berada di rumahnya. Mereka takut rumahnya ambruk.

"Karena keretakan bangunan rumah sangat mengkhawatirkan, kami pun ketakutan. Rumah kami retak di bagian tembok kamar dan dapur," kata Suryati warga setempat sambil menunjukkan keretakan tembok rumahnya, Selasa (05/11/2019).

Bagi Suryati kerusakan tembok itu bukan hanya di dinding kamar. Akan tetapi juga ada kerusakan di bagian dapur belakang rumahnya. Kondisi kerusakannya juga hampir sama.

"Sekaang tembok rumah saya sudah goyang. Apalagi saat mesin paku bumi (alat pemasang sheet pile) sedang bekerja. Saya nggak berani di dalam rumah. Karena takut ambruk. Apalagi, suara pemasangannya kencang," ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan Konan (65) warga setempat lainnya. Menurutnya, sejak adanya pembangunan pengendalian banjir di bantaran Sungai Blurukidul itu, tembok rumah warga banyak yang retak.

"Kerusakan tembok rumah warga itu tidak hanya satu, dua atau tiga rumah saja. Tapi jumlahnya cukup banyak," paparnya.

Kades Blurukidul, Tri Prastiyono menjelaskan jika proyek Pembangunan Pengendalian Banjir tidak dihentikan meski ada keluhan kerusakan rumah warga. Menurutnya sebelum proyek dikerjakan sudah ada sosialisasi dan rapat yang mengajak RT, RW dan perwakilan warga. Bahkan dalam rapat itu ada kesepakatan, hanya saja kesepakatan itu hanya ditandatangani kontraktor. Sedangkan RT dan RW belum ada yang tandatangan.

"Isi kesepakatannya ada perbaikan jalan kalau rusak, rekanan siap membuat gorong-gorong dan memperbaiki rumah warga kalau ada kerusakan. Tapi kerusakan rumah warga kan tidak sama. Perbaikan itu bisa dikerjakan rekanan sendiri atau menyuruh orang lain," tegasnya.

Sementara Pimpro Proyek, Udin mengaku siap membangun gorong-gorong. Bahkan jika ada kerusakan rumah warga pihaknya siap memperbaikinya.

"Kalau jumlah kerusakan rumah warga belum didata semua. Tapi semua akan kami data. Karena pekerjaannya sampai akhir Desember 2019 ini. Wong pekerjaan ini panjangnya 233 meter dengan jumlah 646 buah site pell," tandasnya. Waw

Tag :

Berita Terbaru

Waspadai Ancaman Sesar Waru M 6,8, BMKG dan Pemkab Sidoarjo Gembleng Warga Lewat Sekolah Lapang Gempa

Waspadai Ancaman Sesar Waru M 6,8, BMKG dan Pemkab Sidoarjo Gembleng Warga Lewat Sekolah Lapang Gempa

Sabtu, 17 Okt 2026 21:26 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 21:26 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Keberadaan struktur patahan aktif Sesar Waru yang melintasi wilayah Kabupaten Sidoarjo kini menjadi perhatian serius.…

Wujud Nyata Program ASRI, Kader Gerindra Sidoarjo Rayakan HUT Ke 75 Presiden Prabowo Lewat Hijaukan Kota Delta

Wujud Nyata Program ASRI, Kader Gerindra Sidoarjo Rayakan HUT Ke 75 Presiden Prabowo Lewat Hijaukan Kota Delta

Sabtu, 17 Okt 2026 17:54 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 17:54 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Memperingati Hari Ulang Tahun ke 75 Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, DPC Partai Gerindra Kabupaten Sidoarjo…

Momentum Sumpah Pemuda, HMI Sidoarjo Desak Polri Sikat Habis Bandar Narkoba Tanpa Pandang Bulu

Momentum Sumpah Pemuda, HMI Sidoarjo Desak Polri Sikat Habis Bandar Narkoba Tanpa Pandang Bulu

Sabtu, 17 Okt 2026 13:28 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 13:28 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum krusial untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa dari ancaman bahaya…

Sambut Hari Pangan Sedunia, Pemkab Sidoarjo Gelar Pasar Murah Serbu di 18 Kecamatan

Sambut Hari Pangan Sedunia, Pemkab Sidoarjo Gelar Pasar Murah Serbu di 18 Kecamatan

Sabtu, 17 Okt 2026 12:58 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:58 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melalui Dinas Pangan dan Pertanian…

Sambangi Industri Sepeda Terbesar Asia di Sidoarjo, Wapres Gibran Dorong Selaraskan Pendidikan Vokasi dan Dunia Kerja

Sambangi Industri Sepeda Terbesar Asia di Sidoarjo, Wapres Gibran Dorong Selaraskan Pendidikan Vokasi dan Dunia Kerja

Sabtu, 17 Okt 2026 12:35 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:35 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat…

Kisah "ROKET" dan Mitos BPJS Bikin Penyakit Gatal Minta Dirawat di IGD serta Layanan Tanpa Tunggakan ala RSI Siti Hajar

Kisah "ROKET" dan Mitos BPJS Bikin Penyakit Gatal Minta Dirawat di IGD serta Layanan Tanpa Tunggakan ala RSI Siti Hajar

Sabtu, 17 Okt 2026 06:51 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 06:51 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) -  Keberadaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kerap diwarnai dengan cerita-cerita unik di masyarakat. Direktur …