Sidoarjo (republikjatim.com) - Angka pelanggaran Lalu Lintas menurun. Hal ini sejak menjelang berakhirnya pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2019 di wilayah Polresta Sidoarjo. Penurunan ini dibuktikan dengan saat razia 3 hari terakhir, raziah kendaraan banyak pengendara yang sudah melengkapi surat-surat kendaraan dan mengembalikan stadarisasi kendaraan yang digunakan.
Dalam razia ini ada tujuh sasaran penindakan yang menjadi prioritas dalam Operasi Zebra. Diantaranya pengendara tidak menggunakan helm, safety belt, melawan arus, berkendara sambil menggunakan hand phone (HP), kendaraan tidak sesuai spesifikasi, pengaruh minuman keras, dan kelengkapan dokumen kendaraan.
Berdasarkan hasil pantauan saat Operasi Zebra banyak pengendara yang sudah tertib. Hal ini membuktikan dengan adanya razia rutin ini, mampu memberikan edukasi sekaligus efek jera kepada masyarakat agar selalu tertib saat berkendara di jalan raya.
"Tujuan Operasi Zebra Semeru 2019 ini memberikan kembali pemahaman kepada masyarakat tentang tata cara berkendara yang aman dengan selalu memprioritaskan keselamatan diri sendiri dan orang lain di atas segalanya. Apalagi, terjadinya kecelakaan kebanyakan diawali pelanggaran lalu lintas," terang Kanit Turjawali, Satuan Lantas, Polresta Sidoarjo Iptu Basuki Rohmat kepada republikjatim.com, Senin (04/11/2019).
Menurut Rohmat, ada beberapa lokasi yang menjadi sasaran kegiatan. Karena dianggap benyak terjadi pelanggaran. Diantaranya wilayah kota JL Pahlawan depan GOR Delta Sidoarjo dan Alun- Alun, Sidoarjo. Sedangkan di wilayah utara di depan Timbangan Trosobo, Medaeng dan Pondok Candra.
"Nah titik-titik itu menjadi lokasi razianya," tegasnya.
Sementara Kasubnit Turjawali, Iptu Cholil menegaskan jenis pelanggaran yang mendominasi adalah pengendara tidak memiliki surat ijin mengemudi (SIM) dan pajak kendaraan yang belum terbayarkan. Meski demikian, menjelang berakhirnya pelaksanaan razia, kata Cholil petugas mulai jarang menemukan pelanggaran saat melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen. Selain itu sudah banyak pengendara yang sudah sadar dan tertib berlalu lintas.
"Kami berharap setelah berakhirnya kegiatan ini masyarakat menjadi tertib berlalu lintas. Kalau masyarakat tertib tidak akan ada rasa takut saat berhadapan dengan polisi," tandasnya. Zal/Waw
Editor : Redaksi