Tinggal Persetujuan Dewan, Bupati Ngotot RSUD Barat Dibangun dengan Skema KPBU

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KETERANGAN - Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah memberikan keterangan pers soal rencana pembangunan RSUD Barat dengan Skema KPBU di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (15/08/2019).
KETERANGAN - Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah memberikan keterangan pers soal rencana pembangunan RSUD Barat dengan Skema KPBU di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (15/08/2019).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo terus berupaya segera mewujudkan pendirian RSUD Barat. Rencananya RSUD yang akan melayani 7 kecamatan di wilayah Sidoarjo barat ini dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Selain itu, 7 kecamatan cakupannya yakni Kecamatan Krian, Wonoayu, Balongbendo, Prambon, Tulangan, Taman dan Kecamatan Tarik. Proyek pembangunan RSUD Baat terletak di JL Raya Desa Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian dengan luas lahan 1,31 hektar. Rencananya rumah sakit ini bakal dibangun secara vertikal.

"Kami berusaha terus agar proyek RSUD Barat segera dibangun dengan skema KPBU. Syaratnya hanya tinggal persetujuan dari DPRD mengenai availability payment. Sudah dua kali kami kirim Perjanjian Kerjasama (PKS), tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Jadi tinggal itu persyaratannya," terang Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah dalam konferensi pers di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (15/08/2019).

Lebih jauh, Abah Ipul menguraikan proses pembangunan RSUD Barat belum bisa dilakukan. Hal ini karena Pemkab Sidoarjo belum mendapatkan jawaban dari DPRD terkait surat Perjanjian Kersama (PKS) yang sudah dua kali dikirim Pemkab ke DPRD. Bahkan Bupati Sidoarjo juga sudah berkonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri terkait belum diterimanya jawaban PKS yang sudah dua kali diajukan ke DPRD itu.

"Kami tunggu sampai proses perizinan dari DPRD turun. Kami berharap tahun ini bisa segera dimulai pembangunannya agar bisa segera dimanfaatkan dalam melayani masyarakat," imbuhnya.

Bagi Bupati dua periode ini, sistem KPBU adalah kerjasama antara pemerintah dengan badan usaha dalam menyediakan infrastruktur untuk kepentingan umum dengan mengacu kepada spesifikasi yang ditetapkan sebelumnya oleh menteri/kepala lembaga/kepala daerah/badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah yang sebagian atau seluruhnya menggunakan sumber daya Badan Usaha dengan memperhatikan pembagian risiko diantara para pihak.

"Kami pakai sistem KPBU, pertama karena keterbatasan anggaran untuk pembangunan infrastruktur. Kedua, skema KPBU dapat menjadi alternatif sumber pendanaan dan pembiayaan dalam penyediaan infrastruktur layanan publik. Ketiga, skema KPBU memungkinkan pelibatan swasta dalam menentukan proyek yang layak untuk dikembangkan. Keempat, skema KPBU memungkinkan memilih dan memberi tanggung jawab kepada pihak swasta untuk mengelola secara efisien. Serta kelima, skema KPBU memungkinkan memilih dan memberi tanggung jawab kepada pihak swasta untuk melakukan pemeliharaan secara optimal hingga layanan publik dapat digunakan dalam waktu yang lebih lama," tegasnya.

Pembangunan RSUD Barat direncanakan menggunakan skema KPBU dengan pengembalian investasi badan usaha melalui Pembayaran Ketersediaan Layanan (Availability Payment). Proyek ini ditawarkan kepada badan usaha yang berpotensi untuk membiayai, merancang, membangun, mengoperasikan (keseluruhan atau sebagian pelayanan), memelihara sarana dan prasarana rumah sakit, serta badan usaha menyerahkan kembali rumah sakit itu pada akhir masa kerjasama.

"RSUD Barat penting karena RSUD Sidoarjo yang ada di JL Mojopahit Sidoarjo merupakan rumah sakit tipe B. Sejak diberlakukannya BPJS pada tahun 2014, RSUD Sidoarjo mengalami kenaikan jumlah pengunjung, yakni sekitar 1.200 sampai 1.300 pasien setiap hari," tandasnya. Waw

Tag :

Berita Terbaru

Sapa Warga Jabon Akhir Pekan, Bupati Subandi Salurkan Bantuan Kursi Roda dan Bedah 2 Rumah Tak Layak Huni

Sapa Warga Jabon Akhir Pekan, Bupati Subandi Salurkan Bantuan Kursi Roda dan Bedah 2 Rumah Tak Layak Huni

Sabtu, 03 Okt 2026 17:20 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 17:20 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) -  Memanfaatkan momen akhir pekan, Bupati Sidoarjo, Subandi menggelar aksi blusukan ke wilayah Kecamatan Jabon, Sabtu (03/10/2026) …

Isak Tangis Haru di Juanda Saat Wabup Sidoarjo Lepas 5 Staf Pribadi Berangkat Umroh di Sepertiga Malam

Isak Tangis Haru di Juanda Saat Wabup Sidoarjo Lepas 5 Staf Pribadi Berangkat Umroh di Sepertiga Malam

Sabtu, 03 Okt 2026 16:12 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:12 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana syahdu dan penuh haru menyelimuti Bandara Internasional Juanda, Sabtu (03/10/2026) dini hari. Di tengah dinginnya…

Inovasi Digital Pendidikan Inklusif, Tim Peneliti UNESA Bersama Pemkab Gresik Matangkan Pengembangan SIMASIF

Inovasi Digital Pendidikan Inklusif, Tim Peneliti UNESA Bersama Pemkab Gresik Matangkan Pengembangan SIMASIF

Jumat, 02 Okt 2026 19:08 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 19:08 WIB

Gresik (republikjatim.com) - Langkah nyata dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif berbasis teknologi terus dimatangkan di Kabupaten Gresik. Tim peneliti…

Guyub dan Sehat, Ribuan ASN Sidoarjo Padati Alun-Alun, Bupati Pesan Tubuh Bugar, Pelayanan Masyarakat Maksimal

Guyub dan Sehat, Ribuan ASN Sidoarjo Padati Alun-Alun, Bupati Pesan Tubuh Bugar, Pelayanan Masyarakat Maksimal

Jumat, 02 Okt 2026 17:59 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 17:59 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana Alun-Alun Sidoarjo mendadak riuh dan penuh energi, Jumat (02/10/2026) pagi. Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari…

Solusi Macet Jangka Panjang, Flyover Gedangan Dirancang Enam Lajur, Tahan Beban Lalu Lintas Hingga 30 Tahun

Solusi Macet Jangka Panjang, Flyover Gedangan Dirancang Enam Lajur, Tahan Beban Lalu Lintas Hingga 30 Tahun

Jumat, 02 Okt 2026 07:26 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:26 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali resmi bersepakat untuk merancang Flyover…

Bupati Subandi Pangkas Pungutan Pedagang CFD Sidoarjo Jadi Rp 5.000, Minta Jangan Terlalu Bebani Rakyat

Bupati Subandi Pangkas Pungutan Pedagang CFD Sidoarjo Jadi Rp 5.000, Minta Jangan Terlalu Bebani Rakyat

Kamis, 01 Okt 2026 18:33 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 18:33 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kabar segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan nasib di kawasan Car Free Day (CFD)…