Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi memastikan pentingnya harmonisasi dan koordinasi cepat antara Kepala Desa (Kades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Langkah ini, dinilai sangat krusial untuk mempercepat percepatan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.
Penegasan itu, disampaikan Bupati Subandi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kepala Desa dan BPD se-Kecamatan Sedati di Savana Hotel Malang, Jumat (25/09/2026) malam.
Subandi mengingatkan Kades dan BPD adalah mitra sejajar yang saling melengkapi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Menurutnya, percepatan pembangunan tidak akan bisa terwujud jika kinerjanya berjalan sendiri-sendiri.
"Pemerintah Desa tidak bisa bekerja sendiri dan harus ada mitra. Kepala Desa dan BPD mitra kerja. Untuk percepatan pembangunan, minimal kinerja BPD dan Kepala Desa ini betul-betul berjalan," ujar Subandi.
Bupati Subandi juga menyoroti pentingnya merespons masalah warga secara sigap (gercep). Ia berpesan agar para kepala desa tidak hanya berfokus pada urusan administratif formalitas semata. Melainkan hadir langsung memberikan solusi nyata yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
"Saya kepingin PAD yang ada di Sidoarjo ini betul-betul berdampak langsung kepada pembangunan masyarakat. Saya tidak mau kakehan administrasi dan lainnya, dengan komunikasi dan koordinasi yang bagus serta kita kudu gercep dalam menyelesaikan persoalan dan melayani masyarakat," ujar Subandi menekankan.
Bagi Kades yang baru menjabat, Subandi berpesan agar senantiasa memahami regulasi dan menjalankan roda pemerintahan desa sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
"Bekerjalah sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang ada," katanya.
Mengingat saat ini sudah memasuki triwulan ketiga, Subandi meminta jajaran Kecamatan Sedati mulai dari Camat, Sekcam hingga Kasi Pemerintahan untuk aktif mendampingi penyusunan APBDes. Hal ini, agar tidak terjadi keterlambatan perencanaan.
"Mulai hari ini road map perencanaannya diberikan. Ini sudah bulan sembilan, sudah triwulan tiga. Biar nanti perencanaan pada tahun 2027 tidak tertinggal dan kegiatan-kegiatan yang sifatnya tertinggal segera bisa dimasukkan," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Subandi memaparkan beberapa rencana strategis pembangunan di wilayah Kecamatan Sedati. Diantaranya kelanjutan betonisasi jalan yakni menyambungkan jalur Segoro Tambak menuju Tambak Cemandi hingga Kalanganyar.
"Terakhir, pengembangan kawasan pesisir dengan membuka aksesibilitas kawasan pesisir Sedati untuk mendorong potensi pariwisata lokal, termasuk wisata mancing," paparnya.
Di akhir arahannya, Subandi mengajak seluruh pihak membuang dinamika politik pasca-Pilkades dan berfokus melayani warga.
"Pilkades sudah selesai. Mari kita bangun harmonisasi BPD dan Kepala Desa betul-betul sejalan untuk membangun pemerintahan dan menyelesaikan visi dan misi Kepala Desa," pungkasnya.
Sementara Camat Sedati, Dedi Kurniawan Wibowo menegaskan Bimtek ini diselenggarakan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan sesuai peraturan dengan pemahaman tugas, fungsi dan kewenangan yang jelas.
"Bimtek ini menjadi bagian dari upaya untuk menyelaraskan tugas dan kewenangan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Sinergi dan keharmonisan antara Kepala Desa dengan BPD maupun lembaga lainnya perlu terus diperkuat agar pembangunan di wilayah Kecamatan Sedati dapat berjalan dengan lancar dan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat," kata Dedi.
Sementara turut hadir dalam pembukaan acara ini Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo M Ainur Rohman, Kepala Dinas PMD Sidoarjo Probo Agus Sunarno, Anggota DPRD Sidoarjo M Rafi Wibisono serta Ketua Paguyuban BPD Sidoarjo, H Mulyono Wijayanto. Ary/Waw
Editor : Redaksi