Sidoarjo (republikjatim.com) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sidoarjo terus mempermudah akses kepemilikan dokumen kependudukan bagi pelajar melalui program inovatif Dispenduk Goes to School. Salah satu pelaksanaannya berlangsung di SMK YPM 8 Sidoarjo di JL Raya Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo, Selasa (22/09/2026).
Melalui program jemput bola ini, ratusan siswa pemula mendapatkan kemudahan untuk melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP) langsung di lingkungan sekolah tanpa harus datang ke kantor kecamatan, Kantor Dispendukcapil, maupun Mal Pelayanan Publik (MPP).
Program inovatif ini, mendapat apresiasi positif dari anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, Raymond Tara Wahyudi. Menurutnya, langkah Dispendukcapil mendatangi sekolah secara langsung merupakan solusi efisien yang sangat membantu masyarakat.
"Ini program yang sangat tepat karena menerapkan sistem jemput bola langsung ke sekolah-sekolah. Siswa tidak perlu lagi repot datang ke kantor kecamatan, Dispendukcapil, atau MPP. Hal ini tentu meringankan beban warga dan mempermudah akses pelayanan publik," ungkap Raymond Tara Wahyudi yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan ini.
Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr Afthoni menyambut baik kegiatan perekaman e-KTP yang telah menjadi agenda rutin tahunan hasil kerja sama sekolah dengan Dispendukcapil Sidoarjo. Dr Afthoni menjelaskan sekitar 150 hingga 170 siswa mengikuti perekaman e-KTP pada kesempatan kali ini, disesuaikan dengan alokasi waktu dan kuota. Perekaman ini, dinilai vital bagi lulusan SMK yang dipersiapkan langsung menuju dunia kerja (BMW: Bekerja, Melanjutkan dan Wirausaha).
"Sebagai sekolah kejuruan, lulusan kami diproyeksikan untuk langsung bekerja. Untuk masuk ke dunia kerja, kepemilikan identitas resmi berupa KTP adalah syarat mutlak. Harapan kami, setelah lulus ujian anak-anak sudah memiliki KTP sehingga siap bekerja. Kedepan, kami juga berharap bisa mengembangkannya dengan kerja sama bersama pihak kepolisian untuk pengurusan SIM C massal bagi siswa," pinta Dr Afthoni.
Sementara Kepala Dispendukcapil Pemkab Sidoarjo, Reddy Kusuma mengungkapkan bahwa program Dispenduk Goes to School menyasar para pemilih dan penduduk pemula. Perekaman e-KTP sudah bisa dilakukan sejak siswa berusia 16 tahun, meski cetak fisik KTP tetap diberikan saat usia 17 tahun.
"Kegiatan perekaman ke sekolah-sekolah kami lakukan rutin setiap minggu. Hingga saat ini, tercatat sudah sekitar 50 sekolah yang kami jangkau dengan target rata-rata perekaman minimal 150 siswa per sekolah," jelas Reddy Kusuma.
Selain program ke sekolah, Dispendukcapil Sidoarjo juga memiliki program JBT (Jemput Bola Terpadu) di desa-desa yang melayani pengurusan dokumen kependudukan secara lengkap. Yakni mulai dari akta kelahiran, akta kematian, surat pindah, hingga IKD dan pemutakhiran data.
Tidak hanya itu, Dispendukcapil juga meluncurkan Layanan Peduli Dilan yang diperuntukkan bagi warga berkebutuhan khusus/disabilitas, ODGJ, serta lansia.
"Tim Dispendukcapil siap datang langsung ke rumah (door to door) bagi warga rentan yang tidak memungkinkan hadir ke lokasi pelayanan publik," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi