Sidoarjo (republikjatim.com) - Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Sosialisasi Musyawarah Wilayah (Muswil) VI KAHMI Jatim di Aston Hotel, Sidoarjo, Minggu (06/09/2026) malam. Mengusung tema "Reposisi Paradigma KAHMI Jatim Menuju Gerbang Baru Nusantara", kegiatan pra-Muswil ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta semangat kebersamaan para alumni.
Rangkaian pra-Muswil telah melintasi sejumlah daerah seperti Probolinggo, Pasuruan hingga Sidoarjo, sebelum puncaknya digelar di Trawas, Mojokerto, pada 25 - 27 September 2026 mendatang.
Ketua Komisi C DPRD Jatim sekaligus tuan rumah acara (Sohibul Bait), Adam Rusydi menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya dapat memfasilitasi silaturahmi para senior serta kader HMI/KAHMI se Jawa Timur.
"Kami besar dan dibesarkan oleh HMI. Apa yang kami lakukan hari ini adalah bentuk bakti dan khidmat kami untuk HMI dan KAHMI Jawa Timur," ujar Adam Rusydi di sela pembukaan acara.
Kordinator Presidium MW KAHMI Jatim, Dr Agus Mahfud Fauzi menjelaskan momentum Muswil VI yang berdekatan dengan suasana Maulid Nabi Muhammad SAW harus dijadikan pemantik untuk melahirkan kepemimpinan yang membawa kesejahteraan.
"Kehadiran Rasulullah SAW membawa rahmat dan kesejahteraan bagi umat manusia. Spirit inilah yang harus menjiwai Muswil MW KAHMI Jatim. Kontestasi mendatang harus dijalankan dengan riang gembira tanpa meninggalkan luka atau rasa sakit antar-kader," pinta Agus Mahfud.
Ia menambahkan, Muswil VI ditargetkan memilih 7 orang presidium baru yang diharapkan mampu membawa arah pengabdian alumni HMI dalam tata kelola berbangsa dan bernegara ke tingkat yang lebih baik lagi.
"Meski para Presidium MW KAHMI sebelumnya merupakan orang - orang hebat semuanya," tegasnya.
Acara ini dihadiri tokoh-tokoh penting KAHMI dari pelbagai latar belakang politik dan pemerintahan. Diantaranya anggota DPR RI DPR RI Ali Mufthi, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, pengurus Bawaslu Jatim Noris serta jajaran politisi seperti Arbayanto (Partai Demokrat) dan Dr Samwil. Kemeriahan acara juga diwarnai pembacaan shalawat oleh Presidium KOHATI Trenggalek.
Sesi puncak acara diisi tausiyah oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Fikri Nusantara Rembang, Jawa Tengah sekaligus pendiri Monas Institute, Dr M Nasih M.Si. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya kader KAHMI meneladani rekam jejak kepemimpinan dan kemandirian ekonomi Nabi Muhammad SAW secara holistik.
Dr Nasih memaparkan fase kehidupan Rasulullah yang memadukan kekuatan finansial, keilmuan dan kepemimpinan politik. Rekam jejaknya
1. Usia Muda dan Pengusaha: Rasulullah mulai berdagang sejak usia muda hingga meraih kesuksesan finansial saat menikah dengan Siti Khadijah di usia 25 tahun.
2. Keilmuan dan Kenabian: Memasuki usia 40 tahun, beliau menerima wahyu dan menjalankan misi dakwah berbasis keilmuan serta ketauhidan.
3..Kepemimpinan Negara: Saat berhijrah ke Madinah (Yatsrib), Rasulullah dipercaya memimpin lintas suku dan membangun peradaban negara yang berdaulat menjadi masyarakat Madani.
"Keberhasilan Nabi Muhammad SAW itu meninggalkan perjuangan dan pilar peradaban yang hingga kini masih relevan. Diantaranya adalah menjadi Sunnah Nabi Muhammad SAW yang paling berat yakni tiga syarat utama Ilmu Ulama, Siasat/Strategi dan Modal (Harta)," ungkap Dr Nasih.
Konsep itu, sejalan dengan trilogi perjuangan H.O.S. Cokroaminoto (Setinggi-tinggi ilmu, setinggi-tinggi tauhid dan setinggi-tinggi siasat) serta pemikiran Ali Syari'ti tentang syarat revolusi peradaban (Intelektual tercerahkan, Kaum Bazari (Pengusaha), dan Laskar atau pasukan).
"Kader HMI harus berani berilmu, berharta dan berkuasa. Penguasaan ekonomi dan politik yang kuat sangat signifikan untuk membawa kemaslahatan umat dan bangsa ini," pungkas Dr Nasih di hadapan ratusan kader dan alumni HMI yang hadir di acara itu. Ary/Waw
Editor : Redaksi