Sidoarjo (republikjatim.com) - Babak baru kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo resmi dimulai. Bertempat di Pendopo Belakang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo pada Jumat (04/09/2026) sore, prosesi pelantikan pengurus 2026 ini, berlangsung khidmat sekaligus sarat dengan pesan-pesan strategis bagi arah pergerakan pemuda di daerah.
Dalam momentum itu, Sekretaris Jenderal PB HMI, M Jusrianto, melantik Achmad Tirto sebagai Ketua Umum HMI Cabang Sidoarjo dan Noer Putri Alisya sebagai Ketua Korps HMI Wati (Kohati) Cabang Sidoarjo. Acara ini turut dihadiri Plt Sekda Sidoarjo M Ainur Rahman, Ketua Badko HMI Jatim M Yusfan Firdaus, jajaran Presidium KAHMI Sidoarjo serta puluhan kader dan alumni HMI.
Hadir memberikan orasi dan arahan, Koordinator Presidium (Korpres) Majelis Nasional Korps Alumni HMI (MN KAHMI) yang juga menjabat Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Dr Romo H R Muhammad Syafi’i SH M Hum, menekankan pentingnya reorientasi gerakan mahasiswa saat ini.
Romo Syafi’i mengingatkan kemampuan mengkritisi kebijakan adalah modal dasar kader HMI. Namun, hal itu tidak lagi cukup tanpa adanya tawaran gagasan yang konstruktif.
"Kader HMI harus berada di depan sekaligus pandai berpikir kritis dan solutif. Jangan hanya mampu mengkritisi persoalan saja. Akan tetapi, juga harus mampu menawarkan solusi dan memberikan kontribusi konstruktif nyata bagi negara sesuai syariat Islam," ujar Romo Syafi’i dalam sambutannya.
Selain itu, Romo Syafi'i juga menggarisbawahi peluang kolaborasi antara HMI dan pemerintah kini makin terbuka lebar.
"Hal ini, karena sekarang ini banyakn alumni HMI yang telah menduduki posisi strategis di berbagai lembaga negara," ungkapnya.
Dalam pandangannya, lanjut Romo Syafi'i tantangan zaman menuntut kader HMI untuk tidak sekadar berani bersuara di jalanan atau ruang publik saja. Melainkan juga membekali diri dengan integritas dan kapasitas intelektual yang matang.
"Paling tidak terdapat tiga poin utama yang harus dipegang teguh para kader HMI. Diantaranya Intelektualitas Bernafaskan Islam. Yakni setiap sikap dan pemikiran kader harus berlandaskan nilai-nilai Islam sebagai spirit perjuangan organisasi. Kemudian
mewujudkan masyarakat madani melalui pengamalan cita-cita HMI secara konsisten, kader diharapkan menjadi pelopor terciptanya masyarakat yang beradab dan maju. Serta kader HMI harus menjadi penjaga idealisme. Karena sebagai calon pemimpin bangsa dan cendekiawan muslim masa kini, HMI dituntut terus merawat tradisi literasi dan diskusi sebagai sumbangsih pemikiran bagi Indonesia," paparnya.
Sementara di luar agenda pelantikan daerah, Romo Syafi’i juga membeberkan agenda penting di tingkat kepemimpinan nasional. Demi memperkuat soliditas dan jaringan organisasi di pucuk pimpinan negara, MN KAHMI berencana menganugerahkan keanggotaan kehormatan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
"Proses pengukuhan Presiden Prabowo sebagai anggota kehormatan KAHMI itu, rencananya akan diresmikan dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KAHMI yang akan digelar dalam waktu dekat ini," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi