Sidoarjo (republikjatim.com) - Babak baru pengelolaan air bersih di Kabupaten Sidoarjo resmi dimulai. Tiga jajaran direksi baru Perumda Delta Tirta Sidoarjo resmi dilantik untuk mengemban amanah pengelolaan air minum di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Pelantikan ini, menjadi puncak dari rangkaian Uji Kelayakan dan Kepatuhan (UKK) serta tes potensi teknis ketat yang melibatkan Panitia Seleksi (Pansel), asesor dari Mabes Polril hingga akademisi ternama dari Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan STESIA.
Menariknya, para pimpinan baru ini tidak hanya sekadar memangku jabatan saja. Akan tetapi, juga mengemban pertaruhan besar.
Di hadapan Kuasa Pemilik Modal (KPM), seluruh direksi terpilih menandatangani pakta integritas dengan komitmen yang sangat berani dan ekstrem. Yakni siap mengundurkan diri jika gagal mencapai target kinerja dalam waktu satu tahun.
"Direksi yang dilantik ini luar biasa semangatnya. Kami menantang, kalau dalam waktu satu tahun tidak mencapai target kinerja yang ditandatangani bersama KPM, mereka bersedia untuk mundur. Seluruhnya menyatakan bersedia," ujar Ketua Pansel, Fenny Apridawati kepada republikjatim.com, Kamis (03/09/2026).
Pemkab Sidoarjo, lanjut Fenny menekankan tolak ukur utama keberhasilan manajemen baru ini terletak pada kepuasan masyarakat.
"Terutama soal pelayanan air bersih bagi para pelanggan lama dan baru di Sidoarjo," pintanya.
Plt Sekda Sidoarjo, Muhammad Ainur Rahman menegaskan perbaikan kualitas pelayanan menyeluruh menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar lagi.
"Titik poin utamanya pasti pada kualitas pelayanan. Harapannya, kekurangan dalam pelayanan PDAM selama ini, seperti Tingkat Kebocoran Air (TKA) hingga cakupan pelayanan menjadi perhatian khusus. Target yang diberikan Pak Bupati menjadi ukuran keberhasilan kinerja yang terukur berdasarkan analisis dan ruang dialog," tegas Ainur Rahman yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Pemkab Sidoarjo ini.
Ainur juga optimistis masalah eksternal, termasuk penataan kerja sama dengan pihak ketiga serta dinamika hukum warisan manajemen sebelumnya.
"Semua persoalan itu, harus dapat diselesaikan dengan baik melalui inventarisasi masalah dan kolaborasi lintas sektor," paparnya.
Sementara menjawab beberapa tantangan berat itu, Direktur Perumda Delta Tirta Sidoarjo yang baru dilantik, Luhur Pambudi menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengeksekusi target teknis yang dirancang untuk lima tahun ke depan.
"Dengan adanya pakta integritas bersanksi mundur itu, kami berharap warga Sidoarjo menanti gebrakan nyata dari jajaran direksi baru Perumda Delta Tirta untuk menghadirkan layanan air bersih yang lebih lancar, merata dan akuntabel di seluruh wilayah," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi