Sidoarjo (republikjatim.com) - Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo menjadi perhatian serius. Insiden yang diduga berasal dari santapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangi ini telah dilaporkan langsung kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudarsono.
Kejadian bermula, Selasa (01/09/2026) sore sekitar pukul 17.45 WIB. Pihak penanggung jawab (PIC) Ponpes Manba’ul Hikam mendadak menghubungi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin untuk melaporkan gejala keracunan yang awalnya dialami 20 santri MA dan MTs. Pihak pondok segera meminta bantuan armada ambulans dari RSUD Notopuro dan RS Pusura Candi.
Namun, jumlah korban melonjak drastis. Pada pukul 19.00 WIB, angka santri yang terdampak dilaporkan menembus lebih dari 200 orang. Data medis hingga pukul 23.15 WIB mencatat total 431 santri harus mendapatkan perawatan intensif di delapan rumah sakit rujukan, dengan konsentrasi terbanyak di RSUD Notopuro (300 pasien) dan RS Siti Hajar (62 pasien).
Insiden ini menjadi catatan merah kedua bagi SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Sebelumnya, ditemukan ulat pada produk olahan makanan difasilitas itu. Korcam beserta Kepala SPPG kini mewajibkan evaluasi total dan pengawasan ketat dari penerimaan bahan baku hingga distribusi.
Menanggapi situasi darurat ini, Bupati Sidoarjo, Subandi bersama Wakil Bupati Mimik Idayana dan jajaran Forkopimda langsung turun ke lokasi Ponpes serta beberapa rumah sakit penampungan untuk memastikan para santri mendapatkan penanganan medis terbaik.
Sementara Pengasuh Ponpes Manba’ul Hikam, Gus Bahron Nafi memastikan kondisi para santri kini mulai membaik dan terkendali.
"Sebagian besar santri yang dirawat sudah kembali ke pondok dalam kondisi sehat dan stabil. Santri yang tersisa di rumah sakit hanya menjalani pemantauan pemulihan akhir," ujar Gus Bahron Nafi, Selasa (01/09/2026) malam.
Selain itu, pihak pengasuh pesantren membantah keras narasi media sosial yang menyebutkan adanya korban jiwa serta tuduhan racun berasal dari dapur internal pondok.
"Kami pastikan berita tersebut sepenuhnya hoax," tegas Gus Bahron.
Karena itu, Gus Bahron menghimbau seluruh wali santri dan masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi liar serta merujuk pada pengumuman resmi pondok pesantren.
"Saat ini, aktivitas belajar dan mengaji di Ponpes Manba’ul Hikam sudah kembali berjalan normal sembari pihak pondok berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengusut tuntas penyebab pasti insiden tersebut," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi