Sidoarjo (republikjatim.com) - Menghadapi pengetatan anggaran secara signifikan pada Tahun 2026, Bupati Sidoarjo, Subandi langsung mengambil langkah cepat. Bertempat di kantor Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (P2CKTR) Sidoarjo, Selasa (01/09/2026), Bupati Subandi menggelar rapat evaluasi ketat untuk memastikan pembangunan tetap melaju pesat tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.
Dalam kunjungan itu, Bupati Subandi tidak datang sendiri. Ia memboyong jajaran pejabat teras Pemkab Sidoarjo. Termasuk Plt Sekda Mohammad Ainur Rohman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan M Bahrul Amig, Asisten Administrasi Umum Fenny Apridawati, Inspektur Andjar Soerjadianto, Kepala BKD Ahmad Misbachul Munir serta Kepala Bakesbangpol Fredik Suharto.
Dalam rakor itu, terdapat beberapa arahan yang disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi. Diantaranyakencangkan ikat pinggang yakni mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD), untuk menghitung ulang target dan melakukan efisiensi anggaran ketat.
"Catatannya, tanpa mengganggu arah dan target pembangunan di Sidoarjo," ujar Subandi.
Selain itu, Bupati Subandi juga meminta adanya optimalisasi kota penyangga. Karena mengingat posisi strategis Sidoarjo yang berbatasan langsung dengan Surabaya.
"Karena itu, pesatnya pertumbuhan penduduk harus diimbangi dengan percepatan perizinan dan tata ruang yang responsif. Apalagi, Sidoarjo sebagai kota penyangga Surabaya," pintanya.
Terakhir harus ada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN). Yakni memperkuat kolaborasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Asisten Administrasi Umum untuk mendongkrak kapasitas serta profesionalisme aparatur sipil negara.
"Saya minta seluruh stakeholders bersama-sama mengencangkan ikat pinggang. Harapannya, agar target pembangunan fisik maupun SDM pegawai tetap berjalan maksimal di tengah efisiensi saat ini," tegas Bupati Subandi.
Kepala Dinas P2CKTR Sidoarjo, M Bachruni Aryawan menyambut langsung inspeksi ini dan menegaskan kesiapan jajarannya. Saat ini, Dinas P2CKTR mengampu berbagai layanan vital masyarakat, mulai dari Perumahan, Permukiman, Tata Bangunan, Tata Ruang, Rusunawa hingga UPTD Pengolahan Air Limbah Domestik (PALD).
"Kami siap menghadirkan pelayanan prima dan regulasi. Kami bersama jajaran Dinas P2CKTR bakal terus mempelajari peraturan terbaru itu. Harapannya, agar proses perizinan bangunan dan ruang bisa dipangkas menjadi lebih cepat, mudah dan semakin transparan," tandas Bachruni Aryawan.
Sementara Plt Sekda M Ainur Rohman dan Asisten Administrasi Umum Fenny Apridawati turut menggarisbawahi pentingnya melahirkan inovasi digital baru di setiap OPD di lingkungan Pemkab Sidoarjo.
"Harapannya, agar pelayanan publik tetap melesat meski dengan keterbatasan anggaran yang super ketat itu," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi