Sidoarjo (republikjatim.com) - Antusiasme tinggi dan rasa ingin tahu yang besar mewarnai pelaksanaan program Pajak Bertutur 2026 yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur II (Kanwil DJP Jatim II) di SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, Kamis (03/09/2026).
Mengusung tema Pajak Kita, Energi Generasi Juara dengan tagline Sehari Mengenal, Selamanya Bangga, kegiatan ini bertujuan membina kesadaran dan kepedulian terhadap kontribusi negara pada generasi muda sejak usia sekolah.
Kepala Kanwil DJP Jawa Timur II, Arridel Mindra menekankan pajak merupakan wujud gotong royong nasional dalam mendukung keberlanjutan pembangunan publik yang tidak dapat ditanggung sepenuhnya oleh sektor swasta.
"Pajak adalah bentuk gotong royong dalam membiayai pembangunan. Ada pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang tidak mungkin seluruhnya disediakan sektor swasta.
Sehingga diperlukan kontribusi bersama melalui pajak," ujar Arridel Mindra kepada republikjatim.com, Jumat (04/09/2026).
Arridel menambahkan skema perpajakan menganut prinsip keadilan. Yakni kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi memberikan kontribusi lebih besar demi pemenuhan fasilitas publik, pendidikan dan kesehatan.
"Termasuk soal kesejahteraan masyarakat yang lebih luas juga berasal dari pajak," ungkapnya.
Sesi edukasi dikemas secara interaktif oleh Penyuluh Pajak Ahli Muda, Gisella Ayu Pradipta. Dalam pemaparannya, Gisella mengibaratkan fungsi pajak seperti air bagi tubuh manusia. Yakni sebuah elemen vital yang menjaga kelangsungan hidup negara.
"Kami memperkenalkan konsep free rider, yaitu pihak yang menikmati manfaat pembangunan tanpa menjalankan kewajiban perpajakan," tegasnya.
Penyampaian itu, memicu kekritisan para siswa. Tian siswa kelas 8 mempertanyakan kendala infrastruktur jalan rusak meski pajak terus dipungut. Sementara Abi siswa kelas 9 menyoroti transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerataan pembangunan hingga wilayah pelosok serta harapan agar pengelolaan keuangan negara bersih dari praktik korupsi.
Pertanyaan menarik lain datang dari Ben Joshua siswa kelas 8 mengenai keberadaan negara tanpa skema pajak, serta Nixon siswa kelas 9 yang menyerukan ajakan kepada rekan sejawatnya untuk siap menjadi generasi pembayar pajak yang taat di masa depan.
Penyelenggaraan Pajak Bertutur 2026 menjadi momen istimewa. Hal ini, karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Pembangunan Jaya dan Sekolah Pembangunan Jaya pada 3 September.
Kepala SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, Dewi Masyithoh mengapresiasi langkah Kanwil DJP Jatim II yang memilih sekolahnya sebagai pusat edukasi inklusi perpajakan. Menurutnya, pemahaman mengenai fungsi pajak penting ditanamkan agar siswa memahami peran fasilitas umum yang mereka gunakan sehari-hari.
"Melalui program Inklusi Kesadaran Pajak yang terstruktur dan berkesinambungan ini, sekolah bersama Kanwil DJP Jatim II berharap kesadaran bernegara dapat tumbuh menjadi karakter jangka panjang bagi generasi penerus bangsa," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi