Sidoarjo (republikjatim.com) - Nasib kepemimpinan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo hingga kini masih menggantung. Meski jajaran calon direksi diumumkan sejak 6 Juli 2026 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo belum bisa melantik tiga nama terpilih itu. Hal ini, karena surat rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tak kunjung turun.
Pengumuman kelulusan itu, sebelumnya tertuang dalam Surat Bupati Sidoarjo Nomor 900.1.13.2/8257/438.1.2.1/2026. Tiga nama yang diproyeksikan mengisi kursi kepemimpinan PDAM Sidoarjo itu yaitu:
Direktur Utama: Luhur Pambudi Mulyono, ST, MM
Direktur Operasional: Dr. Widyo Nugroho, ST, M.MT
Direktur Pelayanan: Rivelino Rizky Muchtar, S.Pi, MM
Bupati Sidoarjo, Subandi menegaskan seluruh tahapan seleksi di daerah sebenarnya sudah tuntas 100 persen. Namun, pihaknya memilih taat prosedur dan menolak terburu-buru melakukan pelantikan sebelum mengantongi izin resmi dari pemerintah pusat (Kemendagri) RI.
"Kalau dari Kemendagri sudah turun, ya kita umumkan. Kita masih menunggu surat rekomendasi dari sana. Kemarin sudah kita kirim berkasnya, tetapi sampai hari ini belum turun. Makanya, belum berani mengumumkan," ujar Bupati Subandi usai rapat paripurna di DPRD Sidoarjo, Jumat (14/08/2026).
Untuk menjamin pelayanan publik dan operasional BUMD itu tidak lumpuh, Bupati Sidoarjo telah menunjuk Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi posisi strategis yang kosong, termasuk sektor keuangan dan manajerial.
Sementara kondisi masih menggantung ini, ternyata tidak hanya dialami Perumda Delta Tirta Sidoarjo saja. BUMD milik Pemkab Sidoarjo lainnya, PT BPR Delta Artha Perseroda, juga mengalami hal serupa. Tiga nama jajaran pengurus terpilih masih harus mengantre rekomendasi Kemendagri sebelum resmi bertugas. Ketiganya diantaranya :
Komisaris Unsur Pemda: Ir.Mochamad Bachruni Aryawan, MM
Komisaris Independen: Indah Nara Cahyaningsih, SE
Direktur Operasional & Bisnis: Sumarhadi Purwanto, SE
Kini publik Sidoarjo menanti seberapa cepat Kemendagri memproses restu itu. Harapannya, agar kedua BUMD vital ini bisa segera dinakhodai oleh jajaran direksi definitif terbaru itu. Ary/Waw
Editor : Redaksi