Sidoarjo (republikjatim.com) - Menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Sidoarjo yang dijadwalkan digelar 4 April 2026 mendatang, dinamika internal DPC PKB Sidoarjo mulai mengerucut. Meski namanya santer digadang-gadang sebagai kandidat terkuat untuk memimpin DPC Kota Delta, Anik Maslachah secara mengejutkan memastikan dirinya tidak akan maju dalam bursa calon Ketua DPC PKB Sidoarjo itu.
Keputusan Wakil Ketua DPW PKB Jatim ini tentu mengubah peta persaingan. Srikandi PKB asal Kecamatan Sukodono ini menegaskan ingin memberikan kesempatan bagi kader-kader terbaik lainnya untuk menahkodai partai besar ini. Pihaknya, fokus pada regenerasi kader. Anik menilai Sidoarjo memiliki stok kader berkompeten yang melimpah. Ia menampik anggapan hanya dirinya yang bisa menjamin kejayaan PKB di Sidoarjo tetap bertahan.
"Saya tidak nyalon (running). Karena sudah banyak kader yang berkompeten di Sidoarjo. Tidak ada jaminan juga kalau saya yang memegang pasti lebih survive (lebih baik). Harus ada regenerasi dan di internal PKB cukup banyak aset (kader) yang siap memimpin Sidoarjo untuk itu," ujar Anik Maslachah saat menanggapi mencuatnya di permukaan menjelang Muscab DPC PKB Sidoarjo, Senin (30/03/2026).
Dengan absennya Anik Maslachah, perhatian kini tertuju pada sejumlah tokoh senior dan muda yang dinilai memiliki basis massa kuat internal DPC PKB Sidoarjo. Diantaranya H Abdillah Nasih yang menjabat Ketua DPC PKB Sidoarjo saat ini sekaligus Ketua DPRD Sidoarjo, H Usman M Kes yang menjabat Wakil Ketua DPC PKB Sidoarjo sekaligus mantan Ketua DPRD Sidoarjo periode 2019 - 2024 serta H Rizza Ali Faizin yang saat ini menjabat Kosarkor Banser Jatim.
Sebagai bagian dari Tim 7 yang dibentuk DPW PKB Jatim, Anik menjelaskan proses pemetaan dan penjaringan sudah dilakukan.
"Hasil dari tim itu, telah disetor ke tingkat pusat (DPP) PKB untuk dilakukan penggodokan sebelum akhirnya dibawa ke arena Muscab," tegas anggota DPRD Jatim dari Dapil II Sidoarjo ini.
Sementara Ketua DPC PKB Sidoarjo, Abdillah Nasih yang akrab disapa Cak Nasih menyatakan DPP maupun DPW PKB akan sangat selektif dalam memilih pemimpin. Ia menekankan loyalitas dan rekam jejak menjadi variabel utama.
"PKB gudangnya kader loyal. Sesuai mekanisme, DPP PKB akan melakukan tahapan fit and proper test yang ketat. Jadi loyalitas, integritas dan rekam jejak itu yang pasti dicermati DPP PKB," ungkap Cak Nasih.
Muscab PKB Sidoarjo ini merupakan bagian dari rangkaian Muscab serentak di wilayah Jawa Timur yang dimulai sejak 28 Maret 2026. Publik kini menanti siapa sosok yang akan dipilih DPP PKB untuk menjaga dominasi DPC PKB di Sidoarjo pada periode mendatang.
"Bismillah, semoga diberikan yang terbaik. Amin," tandasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi