Jalan Berlubang Makan Korban Jiwa Lagi, Ketua NasDem Sidoarjo Warning Jadi Alarm Pemkab Harus Serius Cari Solusi

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPD Partai NasDem Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama yang juga menjabat anggota Komisi C DPRD Sidoarjo bidang Pembangunan dan Infrastruktur.
Ketua DPD Partai NasDem Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama yang juga menjabat anggota Komisi C DPRD Sidoarjo bidang Pembangunan dan Infrastruktur.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Tragedi kecelakaan maut akibat jalan berlubang di Jalan Raya Lingkar Timur, Sidoarjo, pada Jumat (06/03/2026) pagi memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Salah satu reaksi itu disampaikan Ketua DPD Partai NasDem Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama. Politisi muda ini, angkat bicara dan menyebut peristiwa ini sebagai "alarm serius" bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.

"Persoalan infrastruktur jalan berlubang di Kabupaten Sidoarjo kini bukan lagi sekadar isu teknis pembangunan atau kenyamanan berkendara saja. Melainkan sudah menyentuh aspek keselamatan nyawa warga atau pengguna jalan," ujar Ketua DPD Partai NasDem Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama kepada republikjatim.com, Jumat (06/03/2026) malam.

Lebih jauh, Dimas menanggapi laporan adanya pengendara motor yang meninggal dunia di JL Raya Lingkar Timur. Menurut Dimas, setiap lubang di jalan raya adalah potensi bahaya yang fatal.

​"Persoalan jalan rusak sudah menyentuh aspek keselamatan jiwa. Ini menjadi alarm serius soal infrastruktur jalan menyangkut perlindungan warga Sidoarjo. Setiap lubang di jalan pada dasarnya adalah potensi bahaya yang bisa merenggut nyawa pengguna jalan kalau tidak segera ditangani dengan serius, cepat dan tepat," ungkap Dimas yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat - NasDem DPRD Sidoarjo ini.

Selain itu, Dimas juga menyoroti fenomena warga yang secara swadaya menambal jalan sebagai bentuk kritik halus kepada Pemkab Sidoarjo. Meski mengapresiasi nilai semangat gotong royong, Dimas menilai hal itu menunjukkan adanya celah (gap) dalam sistem penanganan pembangunan infrastruktur di wilayah Kota Delta. 

​"Kami mengidentifikasi empat faktor utama mengapa jalan di Sidoarjo, terutama di jalur-jalur strategis, sering mengalami kerusakan berulang. Yakni mulai beban overload, sistem drainase buruk, kualitas pekerjaan jauh dari maksimal dan optimal, kondisi tanah (jalan) serta sistem perencanaan yang diduga kerap terlalu dipaksakan," tegas anggota Komisi C DPRD Sidoarjo ini.

Dimas menguraikan untuk masalah 
beban overload. Saat ini, posisi Sidoarjo sebagai kawasan industri membuat intensitas kendaraan berat sangat tinggi. Dampaknya, membutuhkan standar konstruksi yang lebih kuat. Begitu pula soal masalah klasik drainase buruk. Hal ini memicu genangan air dan banjir menjadi musuh utama aspal yang mempercepat kerusakan.

"Sedangkan yang paling fatal adalah kualitas pekerjaan. Bagi kami perlu evaluasi ketat di lapangan soal kualitas pekerjaan agar perbaikan jalan tidak bersifat sementara atau asal-asalan. Termasuk soal kondisi tanah misalnya di wilayah seperti Kecamatan Tanggulangin memiliki tanah yang labil. Hal ini, yang memerlukan pendekatan teknis khusus," ungkap Dimas politisi muda asal Dapil V Kecamatan Taman dan Kecamatan Sukodono ini.

Bagi Dimas sistem perencanaan yang kerap dipaksakan by name by address membuat respons terhadap kerusakan jalan menjadi kurang fleksibel. Padahal, titik kerusakan di lapangan sering berubah dan tidak menentu.

"Agar kejadian serupa tak terulang lagi ada beberapa tawaran sebagai solusi strategis bagi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA) Pemkab Sidoarjo. Salah satunya, kami (DPD Partai NasDem) mendorong Pemkab Sidoarjo menentukan langkah konkret dalam penanganan jalan berlubang atau yang dikenal warga dengan sebutan jeglongan sewu itu," urainya.

Beberapa tawaran solusi strategis dan konkret itu diantaranya dengan pola perbaikan Life Cycle Costing. Yakni target ketahanan jalan harus lebih dari lima tahun. Hal ini, agar tidak ada perbaikan di titik yang sama setiap tahunnya. Kemudian zonasi jalan industri. Yakni jalur truk berat wajib memiliki spesifikasi konstruksi yang lebih tebal dengan sistem pengawasan ODOL (Over Dimension Over Load) yang ketat. Terakhir yakni dengan dana matching. Yaitu mengingat beban jalan Sidoarjo merupakan tanggung jawab regional, perlu penguatan skema pendanaan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim maupun Pemerintah Pusat.

​"Jangan sampai ada lagi korban jiwa hanya karena infrastruktur jalan berlubang atau rusak yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara dalam menjamin keselamatan warganya, justru mala semakin banyak korbannya karena buruknya sistem perencaan damn penangananya itu," pungkas Zakaria Dimas yang juga menjabat sebagai Ketua BPC HIPMI Sidoarjo ini. Hel/Waw

Berita Terbaru

Tolak Kepentingan Korporasi, Warga Mutiara Regency Siap Patahkan Banding Bupati Sidoarjo Lewat Kontra Memori

Tolak Kepentingan Korporasi, Warga Mutiara Regency Siap Patahkan Banding Bupati Sidoarjo Lewat Kontra Memori

Minggu, 19 Jul 2026 18:10 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 18:10 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Warga Perumahan Mutiara Regency menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi langkah banding yang diajukan oleh Bupati Sidoarjo.…

Peringati Haul Mbah Kyai Kalam ke 69, Wabup Mimik Idayana Ajak Warga Juwetkenongo Pegang Teguh Ajaran Ulama

Peringati Haul Mbah Kyai Kalam ke 69, Wabup Mimik Idayana Ajak Warga Juwetkenongo Pegang Teguh Ajaran Ulama

Minggu, 19 Jul 2026 14:14 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 14:14 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ribuan warga Kelurahan Juwetkenongo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, larut dalam kekhusyukan saat memperingati Haul Al-Maghfurlah ke…

Keren! Guru KB TK Al Muslim dan Lasiyam Kini Jago Bikin Animasi Berbasis AI untuk Mengajar

Keren! Guru KB TK Al Muslim dan Lasiyam Kini Jago Bikin Animasi Berbasis AI untuk Mengajar

Sabtu, 18 Jul 2026 20:29 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 20:29 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dunia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini semakin canggih dan adaptif. Komitmen ini, dibuktikan secara nyata oleh KB TK Al…

Blusukan Akhir Pekan, Bupati Sidoarjo Eksekusi Bantuan Alkes di Tulangan hingga Bedah RTLH di Wonoayu

Blusukan Akhir Pekan, Bupati Sidoarjo Eksekusi Bantuan Alkes di Tulangan hingga Bedah RTLH di Wonoayu

Sabtu, 18 Jul 2026 19:58 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 19:58 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Akhir pekan tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk hadir di tengah masyarakat. Bupati Sidoarjo,…

Komitmen Lindungi UMKM, Bupati Serahkan Santunan Rp 136 Juta ke Ahli Waris Pedagang Alami Kecelakaan Kerja di Tulangan

Komitmen Lindungi UMKM, Bupati Serahkan Santunan Rp 136 Juta ke Ahli Waris Pedagang Alami Kecelakaan Kerja di Tulangan

Sabtu, 18 Jul 2026 18:31 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 18:31 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Duka mendalam yang menyelimuti keluarga almarhum Ferry Kurniawan, seorang pedagang dan peternak bebek asal Desa/Kecamatan…

Catat Waktunya, Pemkab Sidoarjo Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 di Alun-Alun Berhadiah 4 Tiket Umrah

Catat Waktunya, Pemkab Sidoarjo Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 di Alun-Alun Berhadiah 4 Tiket Umrah

Sabtu, 18 Jul 2026 16:16 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 16:16 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kabar gembira bagi seluruh pencinta sepak bola di Kota Delta! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersiap menggelar acara…