Hearing Warga Perumahan Istana Mentari di DPRD Sidoarjo Jadi Tempat Almarhum Pulihkan Nama Baik Keluarga

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
HEARING - Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih memimpin hearing bersama Komisi A dan Komisi D serta warga Perumahan Istana Mentari dan pihak keluarga almarhum Rudi di ruang Rapat Paripurna DPRD Sidoarjo, Selasa (30/12/2025).
HEARING - Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih memimpin hearing bersama Komisi A dan Komisi D serta warga Perumahan Istana Mentari dan pihak keluarga almarhum Rudi di ruang Rapat Paripurna DPRD Sidoarjo, Selasa (30/12/2025).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Polemik pemakaman almarhum Rudi di Perumahan Istana Mentari, Kelurahan Cemengkalang, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur akhirnya sampai dibahas dalam hearing atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung Paripurna DPRD Kabupaten Sidoarjo, Selasa (30/12/2025). Ini menyusul, setelah sebagian warga Perumahan Istana Mentari yang tergabung dalam paguyuban warga itu menyampaikan penolakan terhadap lokasi pemakaman almarhum Rudi yang berada di lahan kosong area perumahan itu. 

Padahal, makam itu juga berdekatan dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Cememgkalang. Dalam hearing itu dipertemukan semua pihak berkepentingan dengan pihak Keluarga almarhum Rudi difasilitasi pimpinan DPRD Sidoarjo.

Dalam hearing yang dipimpin Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih didampingi Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, M Dhamroni Chudlori serta beberapa anggota Komisi A dan Komisi D DPRD Sidoarjo itu, diketahui almarhum Rudi semasa hidup berwasiat kepada keluarga agar dimakamkan di dekat tempat tinggalnya (sekitar Perumahan Istana Mentari). Pihak ahli waris pun, kemudian mengupayakan pemakaman di TPU Islam di depan perumahan itu. Namun mendapat penolakan pihak kelurahan dengan alasan belum ber KTP Cemengkalang. Setelah itu, keluarga almarhum berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari RT, RW, pengembang (perumahan), perangkat desa hingga warga perumahan sebagian warga menyatakan persetujuan untuk pemakaman almarhum Rudi itu.

Namun dalam perkembangannya, muncul penolakan dari sebagian warga dengan alasan lokasi makam dinilai tidak sesuai peruntukan, berada dekat akses utama masuk perumahan dan dinilai mengganggu estetika lingkungan.

Salah satu perwakilan warga yang menolak, Wito menyampaikan pihaknya meminta kejelasan status hukum tanah yang digunakan sebagai lokasi pemakaman almarhum itu. Ia menilai lahan itu, merupakan bagian dari area perumahan yang tidak diperuntukkan sebagai fasilitas pemakaman (fasilitas umum khusus).

"Kami meminta kejelasan status hukum tanah itu. Apakah memang sesuai peruntukannya atau tidak? Ini penting agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari, baik antara warga, developer (pengembang) maupun keluarga almarhum," ujar perwakilan warga Perumahan Istana Mentari ini di hadapan pimpinan DPRD Sidoarjo.

Hal senada disampaikan warga lain Abi yang sepaham dengan juga menyampaikan keprihatinan atas konflik yang muncul di tengah warga. Ia menegaskan penolakan bukan ditujukan kepada pribadi almarhum, melainkan demi menghindari konflik berkepanjangan. 

Sementara Ketua RW 05 Perumahan Istana Mentari, Erik Hidayat  menjelaskan kronologi awal proses pemakaman. Ia menyebut sejak awal keluarga almarhum berupaya memakamkan almarhum di TPU Islam Cemengkalang, namun ditolak pihak kelurahan setempat.

"Setelah ditolak di TPU Islam, keluarga mencari alternatif dengan membeli lahan yang berdampingan dengan makam umum dan mewakafkannya untuk pemakaman umum. Proses ini, juga sudah melalui komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk developer dan sebagian warga sekitar," ungkap Erik yang juga dikenal sebagai PNS Pemkab Sidoarjo ini.

Erik menambahkan, pihak keluarga almarhum menyatakan kesediaannya untuk mewakafkan tanah itu, secara resmi agar dapat digunakan sebagai makam dan TPQ. 

"Itu semua agar tidak menimbulkan klaim kepemilikan di kemudian hari," katanya.

Pihak Keluarga almarhum Rudi yang hadir diwakili Rizky Suryansyah dan Aldino Michael Collin mengaku keluarga sudah melakukan tahapan sesuai yang sudah diatur. Yakni mulai dari bicara dengan pihak kelurahan, rukun kematian dan warga yang hadir di pemakaman.

"Termasuk developer (pengembang) sudah kami lakukan. Saat itu kami tidak memaksa jika tidak diizinkan, papa tidak akan dimakamkan disitu," ungkap Rizky.

Selain itu, Rizky menegaskan dirinya mengikuti hanya mengikuti peraturan yang ada. Hal itu juga sudah disampaikan ke warga. Hal ini lantaran keluarga Almarhum Rudi tidak paham dengan peraturan di wilayah perumahan dan Kelurahan Cemengkalang itu.

"Sekarang kami menjelaskan seterang-terangnya kronologis yang terjadi. Kami tidak menyerobot lahan karena ada pembicaraan dengan pihak pengembang. Kami juga bertanya jangan sampai papa sudah dimakamkan ada polemik dikemudian hari dan dijawab semua aman," urainya.

Bagi Rizky saat ini, pihak keluarga menerima apapun putusan warga setelah dilakukan proses yang disepakati warga terkait makam itu. Bahkan pihaknya menyatakan Ikhlas. Baginya, yang penting jelas apa keputusannya itu.

"Kami menyayangkan sikap developer yang tidak komitmen dengan apa yang sudah disepakati di awal serta sikap penolakan sebagian warga yang dirasa tanpa dasar. Kita kecewa dengan sikap developer yang tidak konsisten sesuai pembicaraan awal. Sehingga maslaah ini menjadi polemik. Termasuk, warga yang menolak dan menyebut ini mudharat sementara sebagian lain merasa ini untuk kemaslahatan semua warga perumahan," tandasnya sembari berharap nama baik keluarganya dipulihkan lagi. 

Melalui hearing ini diharapkan keluarga almarhum Rudi menjadi klimaks atas tudingan yang negatif serta framing yang diterima keluarga. Apalagi framing itu dinilai sangat merugikan pihak almarhum. 

"Kami ingin mengembalikan nama baik kami yang diframing negatif itu," tandas Risky.

Sementara dalam hearing ini juga mengemuka soal kompensasi dari keluarga yang sekaligus siap memperluas area makam yang ada. Termasuk, memperindah makam untuk warga Perumahan Istana Mentari  seperti yang diungkapkan anggota Komisi D H Usman M Kes.

"Ini nasi sudah menjadi bubur, tapi ada kompensasi menambah luas makam buat warga. Itu bisa dirembuk bersama," papar H Usman yang dijawab iya oleh keluarga almarhum Rudi.

Sejumlah anggota dewan dan peserta hearing terlihat mendengarkan dengan seksama dan memahami apa yang sebenarnya terjadi.

"Saya senang, akhirnya semua paham kejadian sebenarnya dan pihak keluarga tidak seperti yang dituduhkan selama ini," ucap Fuad salah satu perwakilan warga RT 14 ini.

Sedangkan hearing selama beberapa jam itu, belum menghasilkan keputusan final. Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo meminta semua pihak menahan diri.

"Mari kita mendorong penyelesaian melalui jalur musyawarah, dengan mempertimbangkan aspek hukum, sosial dan kemanusiaan," pungkas Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih. Ary/Waw

Berita Terbaru

Tangis Perangkat Desa Mliriprowo Tarik Pecah di DPRD Sidoarjo, 10 Bulan Tunjangan Tak Cair dan Ancam Kades Mundur

Tangis Perangkat Desa Mliriprowo Tarik Pecah di DPRD Sidoarjo, 10 Bulan Tunjangan Tak Cair dan Ancam Kades Mundur

Kamis, 15 Okt 2026 10:53 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 10:53 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana rapat dengar pendapat di gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo, Selasa (13/10/2026) sore berlangsung haru sekaligus memanas.…

Gemakan Shalawat dan Karya, Bupati Subandi Ajak Fatayat NU Sidoarjo Jadi Penggerak Kemajuan Pembangunan Daerah

Gemakan Shalawat dan Karya, Bupati Subandi Ajak Fatayat NU Sidoarjo Jadi Penggerak Kemajuan Pembangunan Daerah

Kamis, 15 Okt 2026 08:58 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 08:58 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi mengajak pimpinan dan kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus memperkuat peran perempuan melalui…

Gandeng IWAPI Gelorakan Woman Leadership, Sriatun Subandi Ajak Perempuan Sidoarjo Berani Memimpin dan Berkarakter

Gandeng IWAPI Gelorakan Woman Leadership, Sriatun Subandi Ajak Perempuan Sidoarjo Berani Memimpin dan Berkarakter

Rabu, 14 Okt 2026 17:17 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 17:17 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Perempuan tidak hanya sekadar pelengkap, melainkan motor penggerak perubahan menuju daerah yang lebih maju. Pesan kuat inilah…

Gerak Cepat Pemkab Sidoarjo, Bupati Subandi Sidak Rumah Korban Kebakaran di Sukodono, Target Perbaikan Minggu Ini

Gerak Cepat Pemkab Sidoarjo, Bupati Subandi Sidak Rumah Korban Kebakaran di Sukodono, Target Perbaikan Minggu Ini

Rabu, 14 Okt 2026 14:57 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 14:57 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Duka yang menimpa keluarga Khusaini, warga Dusun Dungus, Desa/Kecamatan Sukodono langsung mendapat perhatian serius dari…

Dampak Tak Sinkronnya Perda - Perbup, DPRD Sidoarjo Turun Tangan Saat Pabrik Baja Minta Diskon Retribusi PBG Rp 2,67 M

Dampak Tak Sinkronnya Perda - Perbup, DPRD Sidoarjo Turun Tangan Saat Pabrik Baja Minta Diskon Retribusi PBG Rp 2,67 M

Rabu, 14 Okt 2026 13:02 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 13:02 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sejumlah pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo menggelar rapat dengar pendapat (hearing) di Ruang Rapat Gedung…

Jajaran Direksi Beserta Staf BPR Delta Artha Perseroda Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Jajaran Direksi Beserta Staf BPR Delta Artha Perseroda Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 14 Okt 2026 11:59 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 11:59 WIB

Jajaran Direksi Beserta Staf BPR Delta Artha Perseroda Sidoarjo Mengucapkan Selamat memperingati Hari Santri Nasional…