Pinjam Bendera Tetap Dikerjakan Rekanan Lama, Wabup Sidoarjo Kecewa Proyek Lanjutan SMPN 2 Prambon Rp 6,2 Miliar

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SIDAK - Wabup Sidoarjo Mimik Idayana melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) proyek pembangunan SMPN 2 Prambon senilai Rp 6,2 miliar di Kajartrengguli, Kecamatan Prambon kecewa dengan pekerjaan proyek yang dinilai tidak professional, Senin (15/12/2025).
SIDAK - Wabup Sidoarjo Mimik Idayana melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) proyek pembangunan SMPN 2 Prambon senilai Rp 6,2 miliar di Kajartrengguli, Kecamatan Prambon kecewa dengan pekerjaan proyek yang dinilai tidak professional, Senin (15/12/2025).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana merasa kecewa berat atas proyek pembangunan SMPN 2 Prambon senilai Rp 6,2 miliar. Dalam proyek tahap dua dengan pagu senilai Rp 7 miliar itu, dikerjakan salah satu CV pemenang yang berasal dari Kota Pasuruan.

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana merasa kecewa berat atas pembangunan proyek lanjutan itu, lantaran rekanan dinilai tidak bisa bekerja secara profesional. Bahkan, hasil pekerjaannya dinilai seakan acak-acakan.

Karena itu, usai mendapat laporan kontraktor pelaksana pembangunan lanjutan SMPN 2 Prambon tidak bekerja profesional dan lamban, Wabup Sidoarjo, Mimik Idayana melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi proyek pembangunan SMPN 2 Prambon itu, Senin (15/12/2025).

Dalam sidak itu, Mimik Idayana yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo ini, menemukan sejumlah kejanggalan. Diantaranya soal kekurangan volume pekerjaan proyek. Bahkan juga dinilai hasil pekerjaannya tidak memenuhi standar kualitas dan keselamatan kerja.

"Seharusnya kualitas pekerjaan sesuai standar dan spesifikasinya. Termasuk harus mempertimbangkan keselamatan kerja dan dampak hasil pembangunannya," ujar Mimik Idayana di lokasi proyek dengan nada kecewa.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, Mimik Idayana menyoroti progres proyek yang masih berantakan dan menilai kualitas bangunan proyek itu masih di bawah standar. Akibatnya, sambil marah-marah Mimik Idayana mengungkapkan proyek pembangunan SMPN 2 Prambon itu, harus menjunjung tinggi mutu dan kualitas pekerjaan.

"Karena kualitas itu, menyangkut keselamatan dan kenyamanan para siswa di masa mendatang saat hasil pekerjaan digunakan. Ini proyek fasilitas pendidikan, jadi tidak boleh dikerjakan asal-asalan. Saya minta pekerjaannya segara diperbaiki dan diawasi ketat. Jangan sampai kualitas pekerjaan dikorbankan," pinta Mimik Idayana.

Selain itu, kekecewaan Wabup Sidoarjo semakin terlihat saat memarahi pelaksana proyek di lokasi pekerjaan. Hal itu, setelah Mimik Idayana menerima komplain dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemkab Sidoarjo, pihak sekolah serta dari Kades Kajartrengguli, Kecamatan Prambon. Mereka menilai pelaksana proyek pembangunan SMPN 2 Prambon mulai tahap pertama hingga ketiga ini dikerjakan satu kontraktor.

"Bahkan, hasilnya bangunan baru berumur dua tahun sudah rusak di beberapa bagian. Seperti plafon banyak yang retak, tembok juga banyak yang ambrol. Ini kasihan siswa dan siswi serta para guru yang melaksanakan proses belajar dan mengajar," tegas Mimik Idayana.

Mimik mengungkapkan jika Pemkab Sidoarjo tidak akan memberi toleransi terhadap rekanan yang praktik pekerjaan proyeknya hanya dikerjakan asal-asalan. Apalagi sampai mengabaikan mutu pekerjaan. Semua pihak diminta memastikan pembangunan berjalan tepat mutu dan tepat waktu.

"Sekarang pihak pelaksana proyek janji selesai Senin (22/12/2025) pekan depan, tapi saya tidak yakin akan selesai. Karena kondisinya bangunannya masih kayak gini. Kualitas pekerjanya hanya sekitar 80 persen," ungkap Mimik Idayana yang juga mantan anggota Komisi D DPRD Sidoarjo periode 2019 - 2024 ini.

Karena itu, kepada pelaksana proyek, Mimik meminta tidak main-main mengerjakan proyek yang menggunakan uang rakyat atau APBD Pemkab Sidoarjo. Apalagi, proyek ini untuk sekolah atau pendidikan.

"Pokoknya saya tidak ingin anak sekolah jadi korban karena bangunan pendidikan digarap asal jadi. Apalagi, juga mengabaikan kualitas proyek sesuai spesifikasi yang ada," tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemkab Sidoarjo, Tirto Adi mengungkapkan sejak awal proses lelang pihaknya sudah menolak kontraktor yang saat ini mengerjakan proyek itu.

"Di awal lelang, kami sebenarnya sudah menolak kontraktor ini. Tapi dia tetap bisa masuk karena meminjam nama PT milik orang lain dari Pasuruan itu. Padahal, orang yang mengerjakannya tetap sama," urai Tirto Adi.

Sedangkan Kades Kajartrengguli, Heri menambahkan pihaknya sangat kesal dengan pelaksana proyek SMPN 2 Prambon. Alasannya, karena meremehkan kualitas proyek.

"Bahkan, tidak ada komitmen dengan janji memperbaiki jalan depan sekolah sampai sekarang tak ada realisasinya," pungkasnya. Ary/Waw

Berita Terbaru

Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 15 Okt 2026 13:00 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 13:00 WIB

Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026, Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia…

Tangis Perangkat Desa Mliriprowo Tarik Pecah di DPRD Sidoarjo, 10 Bulan Tunjangan Tak Cair dan Ancam Kades Mundur

Tangis Perangkat Desa Mliriprowo Tarik Pecah di DPRD Sidoarjo, 10 Bulan Tunjangan Tak Cair dan Ancam Kades Mundur

Kamis, 15 Okt 2026 10:53 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 10:53 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana rapat dengar pendapat di gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo, Selasa (13/10/2026) sore berlangsung haru sekaligus memanas.…

Gemakan Shalawat dan Karya, Bupati Subandi Ajak Fatayat NU Sidoarjo Jadi Penggerak Kemajuan Pembangunan Daerah

Gemakan Shalawat dan Karya, Bupati Subandi Ajak Fatayat NU Sidoarjo Jadi Penggerak Kemajuan Pembangunan Daerah

Kamis, 15 Okt 2026 08:58 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 08:58 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi mengajak pimpinan dan kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus memperkuat peran perempuan melalui…

Gandeng IWAPI Gelorakan Woman Leadership, Sriatun Subandi Ajak Perempuan Sidoarjo Berani Memimpin dan Berkarakter

Gandeng IWAPI Gelorakan Woman Leadership, Sriatun Subandi Ajak Perempuan Sidoarjo Berani Memimpin dan Berkarakter

Rabu, 14 Okt 2026 17:17 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 17:17 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Perempuan tidak hanya sekadar pelengkap, melainkan motor penggerak perubahan menuju daerah yang lebih maju. Pesan kuat inilah…

Gerak Cepat Pemkab Sidoarjo, Bupati Subandi Sidak Rumah Korban Kebakaran di Sukodono, Target Perbaikan Minggu Ini

Gerak Cepat Pemkab Sidoarjo, Bupati Subandi Sidak Rumah Korban Kebakaran di Sukodono, Target Perbaikan Minggu Ini

Rabu, 14 Okt 2026 14:57 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 14:57 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Duka yang menimpa keluarga Khusaini, warga Dusun Dungus, Desa/Kecamatan Sukodono langsung mendapat perhatian serius dari…

Dampak Tak Sinkronnya Perda - Perbup, DPRD Sidoarjo Turun Tangan Saat Pabrik Baja Minta Diskon Retribusi PBG Rp 2,67 M

Dampak Tak Sinkronnya Perda - Perbup, DPRD Sidoarjo Turun Tangan Saat Pabrik Baja Minta Diskon Retribusi PBG Rp 2,67 M

Rabu, 14 Okt 2026 13:02 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 13:02 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sejumlah pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo menggelar rapat dengar pendapat (hearing) di Ruang Rapat Gedung…