Rakorwasdes 2025, Bupati Sidoarjo Apresiasi 10 Desa Dengan Tata Kelola Memadai Minta Inspektorat Perketat Pengawasan

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
RAKOR - Bupati Sidoarjo Subandi memberi apresiasi kepada 10 desa yang berhasil menjadi nominator penilaian tata kelola desa dengan predikat sangat memadai Tahun 2024 saat Rakorwasdes di Pendopo Delta Wibawa, Senin (24/11/2025).
RAKOR - Bupati Sidoarjo Subandi memberi apresiasi kepada 10 desa yang berhasil menjadi nominator penilaian tata kelola desa dengan predikat sangat memadai Tahun 2024 saat Rakorwasdes di Pendopo Delta Wibawa, Senin (24/11/2025).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi memberikan apresiasi kepada 10 desa yang berhasil menjadi nominator penilaian tata kelola desa dengan predikat sangat memadai t
Tahun Anggaran 2024. Penilaian ini, menunjukkan profesionalitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan.

Apresiasi itu, diberikan saat acara Rapat Koordinasi Pengawasan Desa (Rakorwasdes) Tahun 2025 sebagai Upaya Memperkuat Tata Kelola Keuangan dan Aset Desa di Pendopo Delta Wibawa, Senin (24/11/2025).

Sebagai tindak lanjut, Subandi meminta para Camat, Sekretaris Camat (sekcam), dan Kepala Seksi (Kasi) pemerintahan untuk memperketat pendampingan serta sosialisasi ke desa-desa yang masih masuk kategori merah atau kurang memadai.

"Saya minta kepada Camat, Sekcam hingga Kasi agar memberi pendampingan, khususnya kepada desa-desa yang masih kurang dalam tata kelola keuangannya. Hal ini penting, agar desa yang belum memenuhi standar tata kelola dapat segera memperbaiki pengelolaan keuangan, aset maupun administrasi secara menyeluruh," ujar Subandi.

Menurut Subandi, Rakor ini bukan sekadar kegiatan seremonial saja. Akan tetapi, menjadi bagian penting dari pembangunan desa yang akuntabel dan berdampak bagi masyarakat.

"Ada tiga fokus utama yang harus diperhatikan pemerintah desa agar menjadi desa anti korupsi. Diantaranya penggunaan dana desa harus tepat sasaran, keuangan desa wajib tertib sesuai regulasi dan program pembangunan desa harus memberikan manfaat nyata bagi warga," pintanya.

Subandi juga mengingatkan, saat ini baru 28 desa masuk kategori hijau. Sementara 95 desa masih berada pada kategori merah. Karena itu, pihaknya bakal melakukan evaluasi triwulan.

"Integritas aparatur desa adalah kunci. Jangan sampai Kepala Desa tidak memahami tata kelola. Kalau masih ragu, konsultasikan dan belajar bersama," tegasnya.

Sementara Inspektur Kabupaten Sidoarjo, Andjar Surjadianto, memaparkan hasil evaluasi pengawasan desa Tahun Anggaran 2024 yang dilakukan terhadap 318 desa di 18 kecamatan. Evaluasi itu, mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati untuk Mengangkat Desa, Membangun Kota Menuju Sidoarjo Metropolitan Berdaya Saing, Sejahtera, dan Berkelanjutan.

Dari hasil evaluasi itu, terdapat 10 desa terbaik yang mendapat penghargaan atas keberhasilan melaksanakan tata kelola keuangan dan aset desa dengan predikat memadai. Yakni

1. Desa Waruberon – Balongbendo
2. Desa Keboan Anom – Gedangan
3. Desa Modong – Tulangan
4. Desa Wadungasri – Waru
5. Desa Simoketawang – Wonoayu
6. Desa Simoangin-angin – Wonoayu
7. Desa Trompoasri – Jabon
8. Desa Kwangsan – Sedati
9. Desa Bligo – Candi
10. Desa Sidomojo – Krian

Selain itu, terdapat empat nominator desa antikorupsi, yaitu Desa Kwangsan (Sedati), Wadung Asri (Waru), Simoketawang (Wonoayu) dan Trompoasri (Jabon). Desa Kwangsan juga menjadi nominator desa antikorupsi tingkat Provinsi Jawa Timur.

Andjar menjelaskan lima indikator evaluasi yang digunakan, yakni:

1. Penyusunan Rencana Anggaran Kas dengan bobot evaluasi 1 persen.
2. Tata Kelola Keuangan TA 2024 dengan bobot evaluasi 65 persen.
3. Kesesuaian SILPA dengan bobot evaluasi 1 persen.
4. Pengadaan Barang dan Jasa Desa dengan bobot evaluasi 25 persen.
5. Pengelolaan Aset Desa serta kontribusi BUMDes terhadap PADes dengan bobot evaluasi 6 persen.

Secara keseluruhan, terdapat 28 desa kategori hijau (8,8 persen), 195 desa kategori kuning (61,3 persen) dan 95 desa kategori merah (29,9 persen).

"Untuk desa kategori merah, inspektorat sudah menjadwalkan pendampingan dan sosialisasi intensif agar kualitas tata kelola dapat meningkat pada tahun berikutnya," tandasnya.

Andjar menyebut, pada evaluasi yang masih menjadi kekurangan pada desa dalam pengelolaan keuangan ketidaktepatan dokumen. Beberapa temuan yang umum kami jumpai saat evaluasi meliputi ketidaktepatan dokumen SPJ dan pengelolaan aset desa yang belum optimal.

"Termasuk, perlunya peningkatan kapasitas aparatur desa dalam pengadaan barang dan jasa," pungkasnya. Ary/Waw

Berita Terbaru

Revitalisasi Alun-Alun Rp 24,6 Miliar Jadi Kado Spesial Saat Sidoarjo Masuki Usia ke 167

Revitalisasi Alun-Alun Rp 24,6 Miliar Jadi Kado Spesial Saat Sidoarjo Masuki Usia ke 167

Sabtu, 31 Jan 2026 16:30 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 16:30 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke 167 Tahun 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus afirmasi atas berbagai…

Milad Emas ke 50, Smamda Sidoarjo Bertransformasi Menuju Outstanding School Sekaligus Siapkan Kelas Unggulan

Milad Emas ke 50, Smamda Sidoarjo Bertransformasi Menuju Outstanding School Sekaligus Siapkan Kelas Unggulan

Sabtu, 31 Jan 2026 15:16 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 15:16 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dalam merayakan usia setengah abad, SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo menggelar rangkaian Milad ke 50 dengan mengusung…

Harjasda ke 167, KB TK Al Muslim Gelar Perayaan Edukatif Tumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Cinta Kota Delta

Harjasda ke 167, KB TK Al Muslim Gelar Perayaan Edukatif Tumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Cinta Kota Delta

Sabtu, 31 Jan 2026 11:15 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 11:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - KB TK Al Muslim menggelar perayaan bertema Bangga Sidoarjo yang diikuti sekitar 170 siswa dari jenjang Kelompok Bermain (KB) dan…

Syukuran Harjasda ke 167, Bupati Ajak Seluruh Masyarakat Jadikan Momen Refleksi dan Penguatan Nilai Kebersamaan

Syukuran Harjasda ke 167, Bupati Ajak Seluruh Masyarakat Jadikan Momen Refleksi dan Penguatan Nilai Kebersamaan

Sabtu, 31 Jan 2026 08:57 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 08:57 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kabupaten Sidoarjo memperingati Hari Jadinya yang ke-167. Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ini, sebagai tonggak…

Desak Revitalisasi, Komisi C DPRD Sidoarjo Soroti Kondisi Pasar Ikan di Kota Delta dan Sedati yang Kumuh

Desak Revitalisasi, Komisi C DPRD Sidoarjo Soroti Kondisi Pasar Ikan di Kota Delta dan Sedati yang Kumuh

Jumat, 30 Jan 2026 20:46 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 20:46 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sejumlah pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Sidoarjo menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau hearing dengan sejumlah dinas…

Alun-Alun Resmi Dibuka Jadi Kado Harjasda ke 167, Pemkab Sidoarjo Himbau Warga Jaga Kebersihan dan Keasrian

Alun-Alun Resmi Dibuka Jadi Kado Harjasda ke 167, Pemkab Sidoarjo Himbau Warga Jaga Kebersihan dan Keasrian

Jumat, 30 Jan 2026 15:14 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 15:14 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo resmi membuka Alun-Alun Sidoarjo dengan wajah baru sebagai salah satu kado Hari Jadi…