9 Jenazah Belum Teridentifikasi, 40 Persen Material Bangunan Dievakuasi, Petugas Fokus Potensi Titik Kumpul Korban

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KETERANGAN PERS - Kepala BNBP Letjend TNI Suhariyanto didampingi Deputi III Penanganan Darurat BNPB Mayjend TNI Budi Irawan Laksamana Pertama Bramantyo menyampaikan keterangan pers perkembangan hasil pencarian dan evakuasi, Sabtu (04/10/2025).
KETERANGAN PERS - Kepala BNBP Letjend TNI Suhariyanto didampingi Deputi III Penanganan Darurat BNPB Mayjend TNI Budi Irawan Laksamana Pertama Bramantyo menyampaikan keterangan pers perkembangan hasil pencarian dan evakuasi, Sabtu (04/10/2025).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Hingga memasuki hari keenam pencarian korban ambruknya bangunan Musala Putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo sekitar 40 meterial ambruknya bangunan berhasil dievakuasi petugas gabungan menggunakan alat berat dan dump truk. Kendati demikian, masih terdapat 9 jenazah korban yang ditemukan di bawah reruntuhan bangunan belum bisa teridentifikasi.

Hal itu, lantaran lamanya waktu proses evakuasi hingga menyebabkan perubahan pada tubuh korban. Selain itu, lantaran para korban rata-rata masih pelajar dan belum mengantongi Kartu Tanda Penduduk (KTP) sehingga belum pernah melaksanakan perekaman sidik jari. Rencananya untuk mengidentifikasi jenazah para korban bakal dilakukan dengan cara tes DNA.

Kepala BNBP Letjend TNI Suhariyanto didampingi Deputi III Penanganan Darurat BNPB Mayjend TNI Budi Irawan Laksamana Pertama Bramantyo mengatakan memasuki hari keenam telah ditemukan 6 jenazah korban. Jika ditotal dengan kemarin ada 9 jenazah dengan kondisi belum bisa diidentifikasi. Hal itu, karena masih dalam proses oleh tim DVI yang memerlukan waktu beberapa hari.

"Hal ini, karena untuk mengidentifikasi diperlukan beberapa metode. Ada beberapa kesulitan dalam mengidentifikasi para korban. Mereka (korban) yang sebagian besar masih anak-anak yang belum memiliki KTP. Karena itu, mereka masih belum punya rekam sidik jari. Akibatnya, proses identifikasi salah satunya dengan cara yang paling efektif yakni melalui tes DNA," ujar Kepala BNBP Letjend TNI Suhariyanto saat jumpa pers perkembangan pencarian dan evakuasi para korban.

Kesulitan lainnya, lanjut Suhariyanto yakni ketika alat berat masuk ke lokasi kondisi jenazah sudah 3 hari berada di bawah reruntuhan bangunan. Akibatnya, belum bisa diketahui tanda-tanda pengenalan secara visual. Bahkan, sudah di tubuh para korban sudah banyak yang berubah.

"Karena itu, identifikasi tidak bisa dilakukan secara cepat. Perhari ini yang masih identitasnya masih dicari berdasarkan data-data yang sudah ada. Hal yang sama kemungkinan juga dialami 49 jenazah korban lainnya yang belum berhasil dievakuasi di dalam reruntuhan bangunan," ungkapnya.

Suhariyanto menceritakan setelah proses evakuasi korban terakhir yang ditemukan, Jumat (03/10/2025) malam kemarin, pihaknya mulai fokus pada pembersihan material secara masif menggunakan alat berat. Bahkan pembersihan sudah masuk ke titik awal runtuhnya bangunan.

"Mudah-mudahan perhari ini jumlah korban bisa ditemukan lebih banyak lagi. Tim pencarian dan pertolongan gabungan ini sudah mengidentifikasi berhasil mengidentifikasi beberapa titik yang memungkinkan ada (lokasi keberadaan) korban," tegasnya.

Untuk itu, lanjut Suhariyanto kepada pihak keluarga, petugas sudah menjelaskan sejumlah langkah itu. Bahkan, pihak keluarga korban sudah menyetujui proses evakuasi itu. Namun terkadang masih ada saja yang mungkin masyarakat atau keluarga jauh yang merasa lebih tahi. Sehingga dianggap proses evakuasi terlalu lambat.

"Hal ini sudah kami antisipasi dan dijelaskan secara rinci proses evakuasi, identifikasi oleh DVI dan inafis yang butuh waktu lama. Kemudian alat berat yang masuk secara masif dengan cepat semua juga sudah dilakukan," paparnya.

Tidak hanya itu, Suhariyanto menguraikan jika dalam rapat koordinasi juga telah ditemukan solusi ketika jenazah ditemukan tidak dibawa langsung ke keluarga. Namun harus dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk diidentifikasi. Karena itu, keberadaan keluarga hanya menyaksikan proses pencarian saja.

"Sekarang sudah diputuskan mengumpulkan keluarga untuk menunggu di RS Bhayangkara dan disiapkan tempat yang lebih representatif dengan logistik yang memadahi. Di tengah-tengah bencana mereka akan lebih tenang dengan fasilitas lebih mewadahi menjalani aktivitas sehari-hari ketika menunggu proses identifikasi anggota keluarganya yang masih dalam proses identifikasi," ungkapnya.

Sementara dalam proses evakuasi ini, lanjut Suhariyanto secara umum semua bisa berjalan lancar meski dengan kekurangan dan kelemahan di lapangan. Namun, petugas bakal terus melakukan evaluasi dan kiat-kita pencariannya tingkatkan.

"Doa seluruh masyarakat agar cepat selesai proses evakuasi ini, mohon dukungannya jangan kami disibukkan dengan hal-hal diluar pencarian. Pertolongan yang menjadi prioritas dengan tindakan-tindakan yang kurang percaya atau dengan aparat mengambil langkah sendiri. Karena hal itu, akan mengganggu proses pencarian dan pertolongan yang dilakukan dengan semaksimal mungkin saat ini," paparnya.

Sedangkan hingga saat ini, jumlah total korban baru bisa diungkapkan detialnya ketika sudah selesai proses pencarian korban. Saat ini sementara ada total 167 korban. Untuk korban yang telah ditemukan ada 118 orang. Rinciannya, dengan jumlah 103 selamat tambah 2 orang korban selamat. Namun belum teridentifikasi keberadaannya.

"Untuk korban meninggal dunia ada 67 korban, 14 korban sudah ditemukan, 5 orang sudah terindentifikasi sisanya 9 jenazah ditemukan masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI. Sekarang yang masih dalam proses pencarian ada 49 korban. Sementara untuk progress pengangkutan material sampai pada hari ini sudah 40 persen. Proses ini harus tetap dilakukan dengan ekstra hati-hati karena disitu ada jenazah para korban yang harus diambil (angkat)," pungkasnya. Ary/Waw

Berita Terbaru

Meriahnya Gebyar HUT RI di Grabagan Bertabur Hadiah, Wabup Mimik Puji Keguyuban Warga hingga Dibuat Haru Peraih Umrah

Meriahnya Gebyar HUT RI di Grabagan Bertabur Hadiah, Wabup Mimik Puji Keguyuban Warga hingga Dibuat Haru Peraih Umrah

Minggu, 13 Sep 2026 23:22 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 23:22 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Lapangan Desa Grabagan, Kecamatan Tulangan, mendadak dipadati ribuan warga, Minggu (13/09/2026). Puncak perayaan Gebyar HUT ke…

Harlah ke 27 Ponpes Tanwirul Afkar Krian, Wabup Mimik Ajak Perkuat Akhlak dan Titip Doa Pemimpin yang Amanah

Harlah ke 27 Ponpes Tanwirul Afkar Krian, Wabup Mimik Ajak Perkuat Akhlak dan Titip Doa Pemimpin yang Amanah

Minggu, 13 Sep 2026 22:27 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 22:27 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana menghadiri Pengajian Umum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari…

Usung Visi Sidoarjo Juara, Pengurus KONI Sidoarjo 2025 - 2029 Resmi Dikukuhkan Bidik Posisi 2 Besar di Porprov 2027

Usung Visi Sidoarjo Juara, Pengurus KONI Sidoarjo 2025 - 2029 Resmi Dikukuhkan Bidik Posisi 2 Besar di Porprov 2027

Minggu, 13 Sep 2026 22:04 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 22:04 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo periode 2025 - 2029 resmi dilantik di Pendopo Delta…

Ribuan Jamaah Padati Peringatan Maulid Nabi di Suko Sukodono, Bupati Subandi Apresiasi Kerukunan Warga Sidoarjo

Ribuan Jamaah Padati Peringatan Maulid Nabi di Suko Sukodono, Bupati Subandi Apresiasi Kerukunan Warga Sidoarjo

Minggu, 13 Sep 2026 21:35 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 21:35 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ribuan warga Desa Suko memadati halaman Pondok Pesantren Bahrul Hidayah Sukolegok, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Sabtu…

Perkuat Akar Perubahan, Pengurus DPRT NasDem Waru Digembleng Ideologi Lewat Sekolah Pemimpin Restorasi

Perkuat Akar Perubahan, Pengurus DPRT NasDem Waru Digembleng Ideologi Lewat Sekolah Pemimpin Restorasi

Minggu, 13 Sep 2026 20:07 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 20:07 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - DPD Partai NasDem Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke akar rumput. Hal ini dibuktikan…

Gema Sholawat di Pusat Perbelanjaan Bersamaan Harlah PKB ke 28, Mendadak Lippo Mall Sidoarjo Berubah Jadi Lautan Jamaah

Gema Sholawat di Pusat Perbelanjaan Bersamaan Harlah PKB ke 28, Mendadak Lippo Mall Sidoarjo Berubah Jadi Lautan Jamaah

Minggu, 13 Sep 2026 14:35 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:35 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana Lippo Mall Sidoarjo mendadak berubah drastis, Minggu (13/09/2026). Pusat perbelanjaan yang biasanya diwarnai riuk…