Sidoarjo (republikjatim.com) - Lagi - lagi upaya maksimal dan kegigihan yang dilaksanakan petugas gabungan berhasil mengevakuasi empat santri di bawah reruntuhan bangunan Musala Putra Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, Rabu (01/10/2025) petang.
Dari empat korban yang berhasil dievakuasi itu, seorang santri diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan tiga santri lainnya, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dengan kondisi tubuh yang masih lemah dan menjalani luka-luka akibat terkena reruntuhan bangunan.
Ketiga korban selamat yang baru dievakuasi itu, diantaranya Syehlendra Haical (13) santri asal Krajan, Kabupaten Probolinggo yang mengalami luka sedang, Muchammad Wahyudi (13) santri asal Kapas Lor, Surabaya yang mengalami luka sedang dan Alfatih Cakra Buana (14) santri asal Bangkalan, Madura yang mengalami luka lecet-lecet di punggung dan pantatnya.
Salah seorang relawan, Alfian yang bersiaga di lokasi kejadian dan terlibat dalam proses evakuasi mengatakan kondisi sulitnya mengevakuasi para korban untuk bisa dikeluarkan dari reruntuhan bangunan. Hal ini, karena kondisi reruntuhan bangunan yang menumpuk, kondisi antar reruntuhan juga masih rawan ambrol serta akses menuju lokasi para santri yang tertimbun juga masih sangat terbatas.
"Alhamdulillah, sekarang ada empat korban lagi yang berhasil kami keluarkan. Satu dalam kondisi meninggal dunia dan tiga lainnya selamat dengan terbuka di beberapa bagian tubuhnya. Semua santri, berhasil dievakuasi secara bergantian karena aksesnya hanya bisa satu per satu. Untuk korban terakhir, berhasil kami evakuasi sekitar pukul 19.30 WIB baru saja," ujar relawan ini di lokasi kejadian.
Dia mengungkapkan saat ditemukan ketiga santri yang masih selamat itu, dalam kondisi masih cukup lemas dan lemah. Hal ini, karena ketiga korban ini, terlalu lama terjebak di bawah puing-puing reruntuhan bangunan itu.
"Kami bersyukur karena mereka masih bisa diselamatkan, meski dalam kondisi tubuhnya lemas dan mengalami beberapa luka di beberapa bagian tubuhnya," tandasnya.
Karena itu, usai dievakuasi para korban selamat, langsung mendapatkan perawatan tim medis yang bersiaga di lokasi kejadian. Kemudian, untuk tiga santri yang selamat dalam musibah itu langsung dirujuk ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan tim medis yang lebih memadai.
"Untuk korban yang dinyatakan sudah meninggal dunia langsung dibawah ke Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo," tandasnya.
Sementara itu, Tim SAR gabungan bersama relawan terus berupaya secara maksimal dan ekstra hati-hati untuk mencari dan berupaya mengevakuasi puluhan santri lain yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan di pondok itu.
Sedangkan di sekitar lokasi, beberapa ambulan disiagakan untuk mempercepat proses evakuasi jika ditemukan korban tambahan agar bisa segera dirujuk dan dibawa ke rumah sakit rujukan.
Hingga malam ini, puluhan orangtua (wali santri) bersama keluarganya masih berharap anak-anak mereka berhasil ditemukan dan dievaluasi. Keselamatan mereka bergantung pada proses evakuasi yang dilaksanakan petugas tanpa kenal lelah dan waktu hingga layaknya bekerja selama 24 jam itu. Ary/Waw
Editor : Redaksi