Sidoarjo (republikjatim.com) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo menggelar Workshop Pendidikan Politik Membangun Harmoni Demokrasi melalui Lomba Paduan Suara (Padus) di Aula Gedung Royal Palace Jie Poek Dw lantai 2 Sidoarjo, Minggu (27/07/2025). Kegiatan ini, masih dalam rangkaian memperingati Harlah PKB ke 27 di Tahun 2025.
Dalam kegiatan bertema Dari Suara Emas ke Suara Rakyat ini berlangsung cukup semarak. Meski acara dimulai pukul 09.00 WIB hingga sore hari, acara ini dihadiri sekitar 200 kader dan fungsionaris PKB Sidoarjo. Diantaranya mulai tingkat Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) atau tingkat kecamatan hingga DPC PKB.
Di dalam acara ini juga dihadiri Ketua DPC PKB Abdillah Nasih bersama Ketua Dewan Syuro DPC PKB KH Muh Athoi’llah. Selain itu, acara ini juga dihadiri beberapa fungsionaris yang juga anggota DPRD Sidoarjo.
Diantaranya Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo, M Dhamroni Chudlori dan beberapa anggotanya. Yakni H Usman, Rizza Ali Faizin dan Sutadji. Selain itu, juga dihadiri Ketua Perempuan Bangsa Sidoarjo, Hj Mahmudah dan seluruh Pengurus DPAC di wilayah Sidoarjo.
Dalam gelar lomba ini masing-masing tim Padus DPAC wajib membawakan lagu Mars PKB dan Syubanul Waton. Mereka juga harus bisa menyanyikan lagu khas daerah Sidoarjo. Isinya, mengeksplorasi kekayaan budaya atau sesuatu yang menjadi ciri khas budaya lokal. Misalnya seperti Lontong Kupang, Petis Sidoarjo hingga lagu bertema Gemah Ripah Loh Jinawi.
Dari 18 DPAC di wilayah Kabupaten Sidoarjo hanya dua yang absen dalam acara bergengsi itu. Yakni DPAC Porong dan DPAC Taman.
Dalam acara ini, hampir setiap tim Padus menunjukan penampilan dengan semangat tinggi. Hasil penilaian dewan juri, tim Padus DPAC Tulangan keluar sebagai juara 1. Kemudian DPAC Gedangan menjadi juara 2 dan juara 3 diraih DPAC Sidoarjo Kota. Sedangkan juara Harapan 1 diraih DPAC Sedati, juara harapan 2 DPAC Sukodono dan juara harapan 3 DPAC Candi.
Ketua DPC PKB Sidoarjo, Abdillah Nasih yang akrab disapa Cak Nasih mengapresiasi pengurus maupun kader PKB yang ikut meramaikan dan memeriahkan peringatan Harlah PKB ke 27 di Tahun 2025 ini. Baginya, semua kegiatan mulai ziarah ke makam auliya (ulama), bersilaturahmi ke kiai dan Pondok Pesantren (Ponpes) hingga gelar Malam Tirakatan (Istighotsah) dan Doa Bersama diwarnai penyampaian sejarah berdirinya partai hingga acara lomba Padus berjalan dengan baik dan sukses.
"Selama ini, sudah menjadi tradisi PKB, khususnya di Sidoarjo. Selama ini, kita tidak pernah melupakan sejarah. Pada momen Harlah kali ini, kita nguri-uri sejarah PKB sebagai bentuk khitmad kepada partai sekaligus ke Nahdlatul Ulama (NU). Karena PKB adalah partai yang lahir dari rahim NU dan para ulama untuk kemaslahatan umat dan bangsa pada umumnya," ujar Abdillah Nasih menyampaikan sambutannya.
Lebih jauh, politisi senior PKB Kabupaten Sidoarjo yang akrab disapa Cak Nasih menambahkan dalam kegiatan ini juga diharapkan mendapat karomah sekaligus belajar ilmu dari pendahulu. Begitu pula, diharapkan senantiasa mendapat doa dan ridho dari para ualiyah atas kelangsungan PKB agar ke depan semakin jaya dalam membangun bangsa dan negara.
"Semua tahu kalau PKB Sidoarjo harus lebih maju dan bisa memenangkan segala pesta demokrasi, mulai Pilkada dan Pileg maupun perhelatan politik yang lainnya. Karena itu, PKB Sidoarjo harus selalu dekat dengan ulama dan rakyat," pinta Cak Nasih yang menjabat Ketua DPRD Sidoarjo ini.
Soal lomba Paduan Suara (Padus) ini, Cak Nasih mengaku memang sengaja digelar selain peserta wajib menyanyikan Mars PKB dan Syubanul Waton sebagai wujud kecintaan kepada partai dan tanah Air dan NKRI juga
diwajibkan harus menyanyikan lagu berisi tema kearifan lokal (local Wisdom).
"Sebenarnya, kami ingin kader PKB menjadi lokomotif dalam menumbuhkan rasa cinta kedaerahan dan bisa menjadi bagian dari cinta tanah air. Sehingga dengan lomba ini, lagu-lagu daerah bisa semakin dikenal masyarakat luas baik secara lokal, daerah hingga provinsi dan menasional," jelas politisi PKB asal Kecamatan Waru ini.
Sementara dalam rangkaian kegiatan Harlah ke 27 PKB ini bakal ditutup dengan berbagai Bakti Sosial (Baksos) yang bakal digelar pada 3 Agustus 2025 mendatang.
"Misalnya seperti kegiatan baksos bersih-bersih masjid dan mushala yang digelar di beberapa kecamatan dengan harapan PKB bisa semakin dekat dengan masyarakat atau konstituennya," tandasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi