Anggota DPR RI Syaikhul Islam : Ulama Punya Peran Penting Pertahankan Empat Pilar Kebangsaan

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SOSIALISASI - Anggota MPR RI, Syaikhul Islam Ali yang juga anggota Fraksi PKB DPR RI menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bagi ratusan ulama dan tokoh agama di Desa Lebo, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Selasa (18/04/2023) kemarin.
SOSIALISASI - Anggota MPR RI, Syaikhul Islam Ali yang juga anggota Fraksi PKB DPR RI menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bagi ratusan ulama dan tokoh agama di Desa Lebo, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Selasa (18/04/2023) kemarin.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Anggota MPR RI, Syaikhul Islam Ali yang juga anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI menilai ulama atau tokoh agama (toga) memiliki peran penting dalam menjaga dan mempertahankan empat pilar kebangsaan. Hal ini lantaran ketokohan para ulama sekaligus sebagai figur mampu memberikan pemahaman kepada para jamaahnya agar ikut menjaga dan mempertahankan empat pilar kebangsaan itu, dalam praktek dan kehidupan sehari-hari.

Keempat pilar kebangsaan itu yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami menilai setiap ulama dan tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga dan mempertahankan empat pilar kebangsaan. Karena ulama dan tokoh agama ini merupakan sosok panutan (publik figur) di tengah masyarakat maupun jamaahnya. Artinya setiap ulama dan tokoh masyarakat punya peran dan kepedulian akan empat pilar kebangsaan, maka Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI harga mati pasti bisa dipertahankan untuk kemaslahatan warga Indonesia," ujar anggota DPR RI, Syaikhul Islam Ali saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama ratusan ulama dan tokoh agama di Desa Lebo, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo kemarin.

Bahkan para ulama, kata politisi PKB ini bisa menjadi figur yang selalu dituntut masyarakat, punya peran penting dalam menentukan, menjalankan dan mempertahankan empat pilar kebangsaan. Apalagi, empat pilar kebangsaan yang dicetuskan para pendiri NKRI bersama para ulama ini merupakan harga mati yang harus dipertahankan.

"Ini penting karena saat ini banyak pihak yang melakukan pengkotak-kotakan. Bahkan para ulama dan tokoh agama juga menjadi sasarannya. Diantaranya dengan menggunakan simbol keagamaan dan pemahamannya. Padahal kalau sadar, negara ini bisa merdeka itu atas perjuangan para ulama dan tokoh agama," imbuh anggota Fraksi PKB DPR RI dua periode yang akrab disapa Gus Syaikhul ini.

Anggota Komisi VII DPR RI ini berharap agar pemerintah tidak meninggalkan para ulama dan tetap melibatkan  ulama dan tokoh agama dalam berbagai persoalan bangsa, terutama dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Selain itu, ulama dan tokoh agama juga diharapkan bisa memberikan sosialisasi bagi masyarakat umum agar empat pilar kebangsaan dapat dijaga dan dipertahankan.

"Karena para ulama dan tokoh agama ini menjadi guru masyarakat. Apapun yang disampaikan ulama dan tokoh agama biasanya diikuti dan dipatuhi masyarakat. Ini peran penting agar pemerintah bisa merangkul para ulama. Kami yakin kalau pemerintah memberi peranan para ulama, negara ini akan cepat maju dan berkembang serta berbagai jenis kejahatan, bahkan KKN bisa diminimalisasi," tegas anggota Fraksi PKB DPR RI dari dapil I Jatim (Surabaya dan Sidoarjo) ini.

Bagi putra Pengasuh Pesantren Modern Bumi Shalawat ini, para ulama dan tokoh agama bisa memanfaatkan masjid, Musala dan TPQ maupun TPA atau bahkan pondok pesantren sebagai tempat sosialisasi empat pilar kebangsaan. Apalagi dalam pemahaman agama Islam sebagai agama rahmatan lil alamiin.

"Jadi ada nilai ukhuwwah dan persatuan, mengedepankan prinsip inklusif dengan hikmah dan permusyawaratan serta kepedulian untuk menghadirkan kemajuan serta kesejahteraan bagi jemaah dan umatnya sesuai butir-butir dalam Pancasila," jelasnya.

Tidak hanya itu, para ulama dan tokoh agama bisa sosialisasi sekaligus fokus dalam dakwahnya bersamaan sosialisasi empat pilar kebangsaan itu. Sekaligus memakmurkan masjid dan Musala dengan kegiatan yang sejalan dengan empat pilar kebangsaan. Baik itu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD NRI 1945 dan NKRI.

"Pemahaman ini perlu disampaikan, agar para ulama dan tokoh masyarakat memperoleh pemahaman utuh terkait peran masing-masing dalam menjaga empat pilar kebangsaan itu. Karena masyarakat harus mengenal serta memahami sejarah dan konsensus dasar dalam bernegara. Tujuannya agar semakin cinta Indonesia sesuai sejarah, dasar negara dan cita-citanya demi merajut kebersamaan, persatuan dan memperkuat empat pilar kebangsaan yang diputuskan para pendiri bangsa ini," pungkas Gus Syaikhul yang juga pengurus DPP PKB ini. Hel/Waw

Berita Terbaru

Ketahuan Akali Petugas Pakai Izin Distributor, Bupati Ancam Tutup 3 Toko Miras di Kahuripan Nirvana Village Sidoarjo

Ketahuan Akali Petugas Pakai Izin Distributor, Bupati Ancam Tutup 3 Toko Miras di Kahuripan Nirvana Village Sidoarjo

Sabtu, 01 Agu 2026 07:41 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 07:41 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo mengambil langkah tegas terhadap peredaran Minuman Keras (Miras) ilegal di wilayahnya. Bupati Sidoarjo, Subandi…

Sempat Diproyeksi Defisit, APBD Pemkab Sidoarjo Tahun 2025 Malah Surplus Rp 61,7 Miliar dan Raih WTP Ke 13

Sempat Diproyeksi Defisit, APBD Pemkab Sidoarjo Tahun 2025 Malah Surplus Rp 61,7 Miliar dan Raih WTP Ke 13

Jumat, 31 Jul 2026 17:08 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 17:08 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kinerja pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo pada Tahun Anggaran 2025 menorehkan kejutan positif. Sempat…

Ketuk Hati Pengusaha Lain, MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo Bagi-Bagi BBM Pertamax Gratis untuk Ratusan Ojol di Candi

Ketuk Hati Pengusaha Lain, MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo Bagi-Bagi BBM Pertamax Gratis untuk Ratusan Ojol di Candi

Jumat, 31 Jul 2026 10:05 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 10:05 WIB

​Sidoarjo (republikjatim.com) - Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sidoarjo menghadirkan inovasi menarik dalam aksi sosial rutinnya. Ji…

Satpol PP Gerak Sendiri Gedor Warkop Remang-Remang di GOR dan Candi Amankan Miras dan Pemandu Lagu

Satpol PP Gerak Sendiri Gedor Warkop Remang-Remang di GOR dan Candi Amankan Miras dan Pemandu Lagu

Kamis, 30 Jul 2026 13:41 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 13:41 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Sidoarjo menggelar razia mendadak menyasar warung kopi (warkop) remang-remang di…

Serap Aspirasi Warga Jabon, Anggota DPRD Jatim Hari Yulianto Dorong Penguatan Ekonomi Lokal dan Sarana Kesehatan

Serap Aspirasi Warga Jabon, Anggota DPRD Jatim Hari Yulianto Dorong Penguatan Ekonomi Lokal dan Sarana Kesehatan

Kamis, 30 Jul 2026 12:25 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 12:25 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kehadiran anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto dalam agenda reses di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon,…

Darurat Miras dan Pergaulan Bebas, Bupati Subandi Bersama PCNU dan PKB Sidoarjo Siap Tutup Tempat Usaha Ilegal

Darurat Miras dan Pergaulan Bebas, Bupati Subandi Bersama PCNU dan PKB Sidoarjo Siap Tutup Tempat Usaha Ilegal

Rabu, 29 Jul 2026 21:51 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 21:51 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menunjukkan sikap tak main-main dalam memerangi maraknya Penyakit Masyarakat (Pekat).…