Sidoarjo (republikjatim.com) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo menggelar kegiatan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Ratusan kader kesehatan perempuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo ini bakal lebih getol mencegah Stunting dan Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Acara yang diselenggarakan di Pendopo Delta Wibawa ini dihadiri Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, Rabu (03/05/2023). Dalam kesempatan itu Sidoarjo menerima bantuan 100 unit jamban sehat dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya (Polkesbaya).
Selain itu, dalam kesempatan ini PT Tjiwi Kimia Tbk juga memberikan 5.651 jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi para Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Kader Kesehatan Sidoarjo.
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali mengapresiasi sejumlah pihak yang peduli terhadap pembangunan kesehatan di Sidoarjo. Menurutnya, kontribusi seluruh pihak dibutuhkan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Sidoarjo.
"Kasus stunting dan BABS butuh penanganan bersama. Kami yakin masalah itu akan cepat selesai. Kami ingin menggugah dan membuka semua perusahaan di Sidoarjo untuk bersama-sama melahirkan generasi-generasi unggul. Pada akhirnya juga menopang kinerja nakes dan kader kesehatan ke depan. Kami juga mengajak perusahaan dapat berkontribusi aktif, memberi perhatian BPJS Ketenagakerjaan bagi kader-kader kesehatan se-Kabupaten Sidoarjo baik yang murni kader kesehatan atau Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD se Sidoarjo," ujar Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini kepada republikjatim.com, Rabu (03/05/2023).
Selain itu Gus Muhdlor menghimbau agar seluruh perusahaan di Sidoarjo memberi perhatian lebih kepada pekerja perempuan yang sedang menyusui. Yakni dengan menyediakan ruang Laktasi di setiap perusahaan. Perusahaan juga diharap memberi sedikit waktu bagi pekerja perempuan untuk bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.
"Karena ASI menjadi salah satu komitmen kami untuk menurunkan angka stunting di Sidoarjo. Saya menghimbau perusahaan-perusahaan di Sidoarjo untuk menyiapkan dan melonggarkan sedikit waktu bagi pekerja perempuan agar bisa memberi ASI eksklusif dengan menyediakan ruang laktasi sekaligus peralatannya," pintah Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Gus Muhdlor mengungkapkan berdasarkan data yang ada, hanya 10 persen ibu menyusui yang bisa berikan ASI eksklusif. Selebihnya, bayi yang lahir tidak memperoleh ASI eksklusif selama 6 bulan sampai 2 tahun. Padahal, menyusui salah satu menjaga kesehatan bagi para ibu. Karena aktivitas itu dapat mencegah terjadinya kanker payudara. Untuk itu, pihaknya meminta peran kader kesehatan dapat memberikan edukasi ke bawah agar capaian pemberian ASI eksklusif semakin meningkat.
"Selain itu, diharapkan mengedukasi masyarakat terkait BABS yang menyebabkan bakteri E-coli. Kami minta sosialisasi seperti ini harus terus ditingkatkan. Edukasi kesehatan kepada masyarakat harus sering dilakukan. Semua kader PPKBD saat menyampaikan edukasi di bawah dihimbau menyampaikan ke masyarakat menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti dalam menghadapi masyarakat," tegas Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo, Dr Fenny Apridawati menyampaikan PT Tjiwi Kimia Tbk memberi bantuan kepada kader kesehatan berupa keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan selama 3 bulan. Menurutnya, apresiasi itu layak diberikan kepada para kader kesehatan yang menjadi pejuang menurunkan stunting. Salah satunya, yang dilakukan kader kesehatan sosialisasi inisiasi menyusui dan pemberian ASI eksklusif kepada seluruh keluarga yang ada di Kabupaten Sidoarjo.
"Kurang lebih terdapat 13.014 kader kesehatan yang ada di Sidoarjo. Dari ribuan kader kesehatan itu, yang merangkap PPKBD sekitar 400 orang. Sedangkan kader kesehatan yang merangkap sub PPKBD sebanyak 2.747 orang. Hari ini PT Tjiwi Kimia Tbk juga memberikan support CSR dengan mengikutsertakan para kader PPKBD dan kader kesehatan yang diikutkan BPJS Ketenagakerjaan selama 3 bulan ada 5.651 orang," kata mantan Kepala Disnaker Pemkab Sidoarjo ini.
Selain itu, Fenny Apridawati juga menguraikan pemberian 100 jamban sehat dari Polkesbaya akan disalurkan kepada desa-desa yang tersebar di Sidoarjo. Diantaranya Desa Wonoayu 9 jamban, Desa Kepadangan 59 jamban, kemudian Desa Balongdowo 29 jamban dan Desa Sugihwaras 3 jamban.
"Karena masih ada 5.827 rumah di Sidoarjo yang masih belum memiliki jamban. Bantuan jamban sehat itu menjadi bagian kegiatan mahasiswa Poltekkesbaya yang KKN di Sidoarjo. Bantuan 100 jamban sehat ini menjadi salah satu solusi penurunan stunting di Sidoarjo yang diterima melalui kegiatan KKN mahasiswa Poltekkes Kemenkes RI," ungkap Fenny.
Fenny Apridawati juga menyampaikan Open Defecation Free (ODF) atau buang air besar sembarangan di Sidoarjo terus mengalami penurunan. Namun masih ada 5.827 keluarga yang perlu diberi edukasi agar tidak BABS. Menurutnya, semua itu hasil kinerja kader kesehatan maupun kader PPKBD. Penurunannya hampir 800 keluarga yang sudah tidak BABS dari angka sebelumnya yang mencapai 6.696 keluarga.
"Kondisi sekarang sudah 5.827 keluarga yang sudah tidak ODF. Artinya sudah ada penurunan hampir hampir 800 keluarga yang sudah tidak BABS. Ini menjadi hasil keringat bersama-sama sanitarian dan teman-teman kader kesehatan maupun kader PPKBD," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi