Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali ikut mengupayakan penguatan ekosistem mangrove melalui Festival Mangrove Jawa Timur ke III yang digelar di Wisata Bahari Tlocor dan Pulau Lusi, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Minggu (29/01/2023). Upaya penguatan ekosistem mangrove ini menjadi langkah yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Pulau Lumpur Sidoarjo (Lusi) sendiri menjadi daratan yang terbentuk akibat endapan lumpur pada muara sungai Porong yang ditumbuhi berbagai jenis mangrove dan tanaman liar lainnya.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Acara yang dipimpin Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marvest, Nani Hendiarti dilakukan yakni dengan melangsungkan penanaman 1.000 bibit mangrove dan bibit pohon produktif.
Selain itu, pelepasliaran burung air dan biota air berupa ikan dan udang sebanyak 23.000 ekor di perairan Pulau Lusi Sidoarjo.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa turut menyerahkan Surat Keputusan Gubernur Jatim tentang Kelompok Kerja Pengelolaan Ekosistem Mangrove Daerah Provinsi Jawa Timur yang terdiri dari unsur Kementerian LHK, OPD terkait Pemerintah Provinsi Jawa Timur, TNI-AL, BPN, Akademisi, pegiat dan pemerhati mangrove serta tokoh masyarakat itu.
"Festival Mangrove menjadi salah satu upaya untuk membangun sinergi hulu sampai hilir yang lebih luas dalam menjaga ekosistem mangrove. Ini karena ekosistem mangrove memberi kemanfaatan baik dari sisi ekologi, ekonomi dan sosial bagi masyarakat pesisir," ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa kepada republikjatim.com, Minggu (29/01/2023).
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali menegaskan Kabupaten Sidoarjo adalah kabupaten penyangga atau daerah delta. Sidoarjo punya garis pantai sepanjang 33 kilometer dan sejumlah 29,9 persen berbentuk tambak. Pertambakan ini, baginya sangat bergantung ekosistem lingkungan. Apalagi, wilayah Sidoarjo bagian Timur merupakan daerah industri.
"Seperti udang windu hanya di beberapa tempat bisa hidup. Karena ketidakseimbangan lingkungan, ketidakseimbangan antara industri yang masif dengan pelestarian lingkungan. Semoga, dengan adanya pelaksanaan festival mangrove ini memberi semangat kita untuk terus menjaga kelestarian lingkungan sekitar," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi