Sidoarjo (republikjatim.com) - Warga Lingkungan Kasem, Kelurahan Bulusidokare, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo langsung naik pitam menghajar Bambang Setiawan. Ini menyusul, aksi pencurian Kotak Amal Musala Al Qirom JL Wr Wahidin Gg IV RT 11, RW 02, Kelurahan Bulusidokare Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo yang diduga dilakukan pemuda 31 tahun warga RT 14, RW 05, Desa Sumber Boncis, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang yang kost di Kedurus Dukuh Gg II Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya tepergok warga setempat.
Akibatnya, pemuda berbadan tegap dan berparas kuning langsat ini dijadikan bulan-bulanan warga. Beruntung, warga segera melaporkan kasus dugaan pencurian kotak amal musala itu, hingga petugas Polsek Sidoarjo Kota dan Polresta Sidoarjo datang ke lokasi kejadian. Selain mengamankan tersangka dan barang buktinya, polisi juga memproses hukum kasus dugaan pencurian kotak amal musala ini.
"Kasus pencurian kotak amal musala itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB atau sebelum salat Dzuhur," terang saksi Sugiharnoko warga setempat kepada republikjatim.com, Sabtu (30/06/2018).
Sugiharnoko menguraikan awalnya saat dirinya sedang berada di ruang tamu rumahnya, melihat tersangka berjalan mondar-mandir di depan musala Al Qhirom Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kemudian saksi melihat tersangka mengangkat kotak amal yang berada di teras musala dengan dibawa dan ditaruh di musala perempuan di belakang etalase. Setelah saksi pelapor melihat kejadian ini, kemudian saksi pelapor keluar rumah menghampiri tersangka.
"Saat itu tersangka langsung lari, sehingga langsung diteriaki warga maling-maling," imbuh pria 61 tahun ini.
Tak berselang lama, datang 2 saksi lainnya yakni Andi Purnomo (24) dan Emyus Edy Hasan (54) warga setempat. Bersamaan warga lainnya tersangka ditangkap dan sempat dimassa. Kemudian datang anggota patroli Polsek Kota Sidoarjo. Selanjutnya tersangka dan barang buktinya dibawa ke Polsek sidoarjo Kota.
"Kotak amal musala setelah dicek baut penguncinya sudah dibuka dan kunci gemboknya ada bekas congkelan. Di dalam kotak berisi uang Rp 707.100," tegasnya.
Sementara Kapolsek Sidoarjo Kota, Kompol M Rochsul menegaskan kasus pencurian kotak amal musala ditangani unit Reskrim Polsek Sidoarjo Kota. Selain barang bukti kotak amal dan uang tunai ada pula bukti lainnya. Diantaranya, sebuah tas hitam berisi alat-alat berupa sebuah gergaji besi, sebuah tata, satu set kunci L, sebuah kobut, dan 4 buah obeng.
"Kami masih terus mendalami motif pencurian kotak amal ini," pungkasnya. Waw
Editor : Redaksi