Sidoarjo (republikjatim.com) - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah / Tahun 2022, Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Subandi bersama tim gabungan melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) Makanan dan Minuman (Mamin) di empat supermarket yang ada di Sidoarjo, Senin (25/04/2022). Keempat supermarket yang disidak itu, diantaranya Toserba Remaja di JL Diponegoro, Robinson Mart Mal Ramayana Sidoarjo, Hero Supermarket dan Hypermart di Lippo Plaza.
Dalam sidak yang diikuti Ketua DPRD Sidoarjo Usman, Kasdim 0816 Sidoarjo, BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas Pertanian ini untuk memastikan tidak adanya Mamin kadaluarsa yang dapat membahayakan konsumen. Selain itu, juga untuk memastikan kemasan Mamin yang dijual dalam keadaan baik alias tidak rusak atau penyok.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Rombongan Sidak diawali Toserba Remaja di JL Diponegoro. Kemudian ke Robinson Mart Mal Ramayana Sidoarjo, Hero Supermarket dan Hypermart Lippo Plaza. Dengan teliti dan seksama Wabup Sidoarjo, Subandi bersama tim mengecek tanggal kadaluarsa Mamin, kemasan Mamin serta kualitas Mamin itu. Satu persatu Mamin yang ada di swalayan dicek dan diperiksa dengan sangat teliti.
"Saya bersama tim gabungan sengaja datang ke swalayan ini untuk Sidak. Agar membantu masyarakat merasa aman saat membeli kebutuhan lebaran. Karena dikhawatirkan ada makanan dan minuman yang kadaluarsa tetapi tetap di jual," ujar Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi kepada republikjatim.com, Senin (25/04/2022).
Dalam Sidak ini, tim gabungan menemukan beberapa Mamin kadaluarsa dan kemasan yang rusak atau penyok. Wabup Sidoarjo meminta kepada pengelola swalayan untuk segera menarik produk kadaluarsa dan kemasan rusak itu agar tidak dikonsumsi masyarakat Sidoarjo.
"Kami temukan beberapa barang yang kadaluarsa dan kemasan yang rusak. Saya pesan kepada masyarakat barangkali beli susu, biskuit kaleng atau makanan kemasan lainnya kalau kemasannya penyok atau rusak, jangan dibeli. Karena itu sudah tidak layak untuk dikonsumsi," pintahnya.
Subandi menegaskan barang yang telah habis masa kadaluarsanya harus segera dikembalikan dan ditarik. Produk seperti itu dimintanya tidak dijual karena bisa berbahaya bagi kesehatan masyarakat atau konsumen. Bahkan kalau bisa harus dimusnahkan.
"Karena itu harus jeli. Sebelum barang dipajang dicek. Kalau ditemukan barang masa kadaluarsanya habis segera hubungi distributor untuk minta ganti baru. Demikian pula masyarakat, sebelum membeli teliti terlebih dahulu barang yang akan dibeli baik kemasan, kualitas maupun masa kadaluarsanya," tegasnya.
Kendati demikian, Subandi menyanjung keempat Supermarket yang ada di Kota Delta itu. Alasannya, hampir semua Supermarket tidak ada yang menjual produk impor. Hal seperti ini baginya merupakan arah yang baik bagi masyarakat Sidoarjo.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Karena yang biasanya bermasalah itu produk dari luar negeri. Saya tadi mengecek parcel paket lebaran. Tetapi semuanya aman dan tidak ada produk impor dalam parcel itu," paparnya.
Sementara dalam kesempatan ini Subandi yang juga mantan Kades Pabean ini menghimbau kepada semua penyelenggara Mall dan Supermarket untuk memperketat protokol kesehatan (Prokes) meski Sidoarjo saat sudah level 1. Prokes pencegahan penularan Covid-19 tidak boleh kendor. Apalagi mulai Minggu kemarin mal-mal sudah mulai ramai pengunjung berbelanja kebutuhan lebaran.
"Kami menghimbau harus tetap menerapkan Prokes diperketat. Apalagi nanti setelah Tunjangan Hari Raya (THR) cair. Pasti lebih rame lagi. Sekali lagi, prokes wajib diperketat," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi