Lewat Aplikasi Cak Man, Keluarga Bisa Lacak Posisi Barang Titipan untuk WBP di Lapas Sidoarjo

republikjatim.com
APLIKASI - Lapas Sidoarjo Kanwil Kemenkumham Jatim berupaya menjamin kepastian pelayanan publik salah satunya dengan memberi layanan Cak Man (Lacak Pengiriman) untuk mengetahui barang titipan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Sabtu (05/03/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Lapas Sidoarjo Kanwil Kemenkumham Jatim terus berupaya menjamin kepastian pelayanan publik. Salah satunya, dengan memberikan layanan Lacak Pengiriman (Cak Man) untuk mengetahui posisi barang titipan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Inovasi Cak Man ini mulai diujicobakan Sabtu (05/03/2022).

Inovasi kinerja Lapas Sidoarjo melalui Cak Man mendapatkan respon positif dari masyarakat. Salah satu penggunanya adalah Siti Maimunah. Perempuan 52 tahun itu memang rutin menitipkan barang seperti makanan ringan untuk anaknya yang sedang menjalani pembinaan di Lapas Sidoarjo berinisial YD.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

"Saya ini tadi nyoba ngecek di hand phone (HP)," ujar Siti Maimunah kepada republikjatim.com, Sabtu (05/03/2022).

Mulanya, Siti datang ke loket pelayanan dan dilayani petugas Lapas. Namun, setelah barang titipannya diperiksa, petugas memasukkan ke dalam Lapas untuk diserahkan kepada YD. Siti mendapatkan bukti penitipan dan nomor resi yang berguna untuk proses tracking posisi barang.

"Proses serah terima barang diabadikan dengan foto yang terintegrasi dengan aplikasi Cak Man yang ada di website Lapas Sidoarjo. Saya sudah lihat di aplikasi. Alhamdulillah sudah diterima langsung oleh anak saya," ungkapnya.

Perempuan asal Surabaya ini mengaku senang bisa melihat proses penyampaian barang yang dititipkan ke petugas Lapas. Sehingga, dia bisa yakin jika barang titipannya benar-benar diterima anaknya.

"Kalau dulu saya cuma bisa kira-kira saja, sekarang sudah ada bukti fotonya. Jadi semakin yakin," tegas Siti.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Plt Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Wisnu Nugroho Dewanto mengapresiasi layanan untuk menjamin kepastian pelayanan ini. Pengunjung yang menitipkan barang via loket pelayanan terpadu maupun drive thru akan mendapatkan kode resi layaknya mengirim paket lewat ekspedisi. Nah, kode resi inilah yang digunakan untuk tracking barang titipan.

"Masyarakat akan semakin yakin barang yang dititipkan kepada petugas sudah diterima keluarganya yang sedang menjalani pembinaan di dalam Lapas," paparnya.

Meski masih uji coba, dia berharap inovasi ini bisa segera diduplikasi jajaran Lapas dan Rutan di Jatim. Menurut Wisnu, hal ini bisa membuat masyarakat semakin percaya dengan layanan yang diberikan Lapas dan Rutan. Terutama layanan penitipan barang yang berlangsung sejak pandemi.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

"Sampai saat ini, kami masih mengganti kunjungan langsung dengan video call. Sedangkan pengiriman barang harus dititipkan ke petugas," jelasnya.

Sementara Kalapas Sidoarjo Teguh Pamuji mengaku pihaknya menerapkan peraturan ini sebagai implementasi pembangunan zona integritas di lingkungan kerjanya. Karena, dengan adanya kepastian pelayanan membuat penyimpangan dalam proses layanan bisa dihilangkan.

"Terutama dalam hal pelayanan penitipan barang selama pandemi. Ini bentuk komitmen kami dalam memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat," tandasnya. Kem/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru