Sidoarjo (republikjatim.com) - Hanum Khusmanulia janda dua anak warga Desa Gelang, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, akhirnya meninggal dunia. Janda 35 tahun yang berdomisili di rumah kontrakannya di Lingkungan/ Kelurahan/Kecamatan Porong, Sidoarjo ini, sebelumnya diduga nekat bunuh diri dengan cara membakar tubuhnya dengan menyiram bensin, Selasa (07/12/2021) pagi.
Namun usai mendapat perawatan tim medis RSUD Sidoarjo, akhirnya korban meninggal dunia sekitar pukul 12.30 WIB. Nyawa korban tidak dapat diselamatkan setelah menjalani perawatan tim medis dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Ibu kandung korban, Solikhah (63) di rumah duka (kontrakannya) menceritakan perceraian putrinya sudah 4 tahun lalu. Almarhum Hanum Khusmanulia dengan suaminya Nuryanto berpindah rumah dari Desa Gelang, Kecamatan Tulangan ke kontrakan di Lingkungan/Kelurahan Porong.
"Sebelum kejadian saya bersama saksi Ely Yulita berada di depan rumah. Saat itu korban keluar dan pamit membeli pembalut wanita serta air mineral. Saat posisi saya di dalam rumah, korban tidak lama datang membawa bungkusan kresek warna hitam dan langsung mengusir saya agar keluar rumah dan mengunci pintu dari dalam," ujarnya kepada republikjatim.com, Rabu (08/12/2021).
Setelah itu, lanjut Solikhah beberapa menit dari luar rumah terlihat kepulan asap dan api yang sudah membesar. Kemudian, terdengar suara teriakan meminta tolong dari dalam rumah. Kemudian, warga berdatangan dan mendobrak pintu depan rumah hingga berhasil membukanya.
"Posisi korban saat itu tubuhnya terbakar dalam kondisi rebahan di atas kasur yang terbuat dari kain berisi kapuk (buah randu). Sedangkan tubuhnya hampir 90 persen mengalami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong hingga kemudian dirujuk ke RSUD Sidoarjo," ungkapnya.
Sementara Ketua RW 02 Kelurahan Porong Said menjelaskan sejak Jumat 03 Desember 2021 lalu, korban keluar rumah hingga beberapa hari tidak pulang ke rumah. Kemudian ibu korban melapor karena khawatir bertemu dengan mantan suaminya yang sudah cerai 4 tahun yang lalu itu.
"Ternyata setelah dicari, korban berada di masjid Fudholla Keluruhan Gedang, Kecamatan Porong. Saat ditanya korban mengaku orang Sidoarjo. Kemudian diantar pulang tapi tidak ditemukan alamatnya," tegasnya.
Kemudian hand phone (HP) milik korban berdering, karena mendapat kabar korban sudah ditemukan. Korban dari Tulangan dengan mengendari motor dari Tulangan dan langsung menuju ke arah masjid.
"Setibanya di area masjid, korban dibujuk dan diajak pulang tetapi tidak mau malah lari ke kamar mandi. Setelah dibujuk sampai beberapa jam, akhirnya korban mau pulang ke rumah kontrakannya itu," urainya.
Menurut Said, Selasa 07 Desember 2021 sebelum kejadian bakar diri, pihaknya sudah berjanji dengan pihak Kecamatan. Sesuai rencana sekitar pukul 08.00 WIB, korban akan diantar untuk berobat ke salah satu Pondok Pesantren di Mojokerto. Akan tetapi saat berada di kantor kecamatan, mendapatkan kabar dari Ely Yulita korban keluar rumah.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Beberapa menit kemudian, korban kembali lagi ke rumah, dengan membawa bungkusan kresek itu," paparnya.
Saat berkoordinasi dengan pihak petugas Kecamatan Porong, pihaknya juga mendapatkan kabar rumah korban terbakar. Setelag itu, pihaknya langsung pulang dan bersama warga yang lain mendobrak pintu depan rumah serta melakukan penyiraman api itu.
"Kondisi korban mulai dari tubuh, rambut, wajah sudah terbakar. Saya kira korban ini mengalami depresi. Korban dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong dan dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Tapi, sekitar pukul 12.30 WIB, korban meninggal dunia dan dimakamkan di area pemakaman Kelurahan Juwetkenongo, Kecamatan Porong sesuai permintaan keluarga," tandasnya. Yan/Waw
Editor : Redaksi