Sidoarjo (republikjatim.com) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo terus mendapat pengawalan ketat. Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di SDN Pucang 1, Selasa (12/05/2026). Sidak itu, untuk memastikan kualitas asupan bagi para siswa tetap terjaga dan memenuhi standar kesehatan.
Dalam kunjungan itu, Mimik Idayana memantau langsung distribusi makanan di kelas-kelas. Tidak seperti menu kantin biasa, hari itu para siswa disuguhi hidangan spesial berupa nasi kebuli lengkap dengan lauk daging dan sayuran.
"Alhamdulillah, menunya sangat lengkap. Ada daging dan nasi kebuli. Saya lihat anak-anak sangat lahap dan menikmati makanannya," ujar Mimik Idayana di sela-sela dialognya dengan siswa.
Wabup Sidoarjo juga berpesan agar pihak sekolah maupun orang tua tidak ragu untuk memberikan kritik membangun. Mimik menekankan pentingnya komunikasi dua arah.
"Itu kalau ditemukan kendala di lapangan demi evaluasi berkelanjutan," ungkapnya.
Sidak ini, sekaligus menjadi momen klarifikasi terkait video viral yang sempat meresahkan wali murid mengenai adanya ulat dalam makanan. Kepala SDN Pucang 1, Sri Hariyani memberi penjelasan detail untuk meluruskan missinformasi itu.
"Fakta di Lapangan mengungkapkan dari 580 porsi yang dibagikan, hanya ditemukan satu ulat sayur pada satu porsi di kelas 5C. Selain itu, kondisi fisik itu, ulat yang ditemukan ulat daun (sayur) dalam kondisi mati setelah proses dimasak, bukan belatung seperti yang diisukan di media sosial (Medsos)," ungkapnya.
Tidak hanya itu, lanjut Sri Hariyani pihak sekolah telah melayangkan surat pengaduan resmi kepada penyedia jasa (vendor) MBG untuk pengetatan kontrol kualitas.
"Kami sangat menyayangkan video itu viral tanpa tabayun (klarifikasi) ke sekolah terlebih dahulu. Harapan kami, kalau ada masalah, mari dikomunikasikan dengan baik agar tidak timbul keresahan," pinta Sri Hariyani.
Bagi Sri pemberian program MBG lebih dari sekadar makan saja. Akan tetapi juga ada edukasi karakter kepada siswa. Meski sempat diterpa isu miring, Sri Hariyani menekankan program MBG membawa dampak positif yang besar bagi siswa.
"Beberapa dampak positif itu diantaranya edukasi gizi dengan mengenalkan pola makan sehat dan seimbang. Kemudian pendidikan karakter yakni melatih kemandirian (mencuci ompreng sendiri). Serta adab dan etika yakni membiasakan cuci tangan dan berdoa sebelum makan secara kolektif," tandasnya.
Sementara dengan sidak ini, Pemkab Sidoarjo menjamin program MBG akan terus diawasi secara ketat. Hal ini, agar setiap butir nasi yang sampai ke meja siswa adalah makanan yang aman, halal dan bergizi tinggi. Ary/Waw
Editor : Redaksi