Sidoarjo (republikjatim.com) - Masalah overkapasitas (over load) yang melanda Rutan Kelas I Surabaya satu per satu mulai diurai. Rencananya, rutan yang terletak di Desa Medaeng, Kecamatan Waru, Sidoarjo ini akan diperluas dan membangun gedung baru.
Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono mengatakan pihaknya akan melakukan pembangunan secara bertahap. Krismono menyebut untuk tahap pertama tahun depan, pihaknya mendapatkan alokasi anggaran untuk pembangunan gedung Rutan Medaeng sebesar Rp 39 miliar.
"Rutan I Surabaya akan diperluas dari 1,5 hektare menjadi 2,5 hektare," ujar Krismono kepada republikjatim.com, Sabtu (23/10/2021).
Krismono memaparkan anggaran sebesar itu nantinya akan digunakan untuk mengubah posisi rutan. Yang awalnya menghadap ke barat, bakal berubah menjadi menghadap ke utara. Selain itu, akan dibangun satu blok hunian dan membangun gedung kantor teknis.
"Pembangunan dan perluasan blok hunian rencananya akan dibuat vertikal. Dibuat 2 sampai 3 lantai. Mirip dengan Rutan Cipinang atau Rutan Salemba. Satu blok hunian itu rencananya berkapasitas sekitar 400 orang," imbuh pria asal Jawa Tengah ini.
Untuk membangun satu blok itu, kata Krismono pihaknya akan membongkar dua blok yang ada. Yaitu Blok A dan B yang saat ini di sisi kanan rutan. Karena kedua blok itu paling besar di Rutan Surabaya.
"Yang selama ini menampung sekitar sepertiga penghuni yang ada. Nantinya posisi Blok A dan B itu akan ada di paling belakang," tegasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara Karutan Surabaya, Wahyu Hendrajati menilai rencana Rutan Surabaya akan diperluas hingga bisa menampung 1.200 orang sangat penting. Hal itu akan meningkat lebih dari dua kali lipat dari kapasitas saat ini yang hanya 504 orang. Namun, pembangunannya akan dilakukan bertahap.
"Dalam membangun, kami juga harus memperhitungkan aspek keamanan dan ketertiban bagi seluruh warga binaan," ungkapnya.
Apalagi, kata Wahyu Hendrajati saat ini, jumlah penghuni rutan yang awalnya khusus untuk anak itu mencapai 1.800 orang. Ketika mengubah blok A dan B, maka setidaknya pihak rutan harus merelokasi 800 penghuni. Karena nanti untuk sementara, daya tampung rutan pun hanya tinggal 250 orang saja.
"Rencananya akan didistribusikan ke lapas atau rutan di daerah Surabaya," jelas Hendrajati.
Perluasan rutan ini juga akan berdampak pada keberadaan 16 rumah dinas pegawai. Termasuk rumah dinas Karutan dan Kadiv Pemasyarakatan yang berasa di sebelah utara rutan. Terkait hal itu, Hendrajati menyebut pihaknya melakukan sosialisasi secara lisan.
"Para penghuni diberi tenggat waktu hingga akhir Desember 2021. Kami sampaikan secara kekeluargaan dan kami tekankan upaya ini untuk kepentingan negara," pungkasnya. Kem/Hel/Waw
Editor : Redaksi