Puluhan Warga Sedati Turut Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi, Pemkab Janji Beri Peralatan Penunjang

republikjatim.com
PELATIHAN - Sebanyak 52 warga Kecamatan Sedati mendapat pelatihan kompetensi SPA Refleksiologi, Barista dan Tata Rias Pengantin yang dibuka Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi di Pendopo Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Senin (30/08/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pelatihan berbasis kompetensi kembali dilakukan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Sidoarjo. Sebanyak 52 warga Kecamatan Sedati mendapat pelatihan kompetensi SPA Refleksiologi, Barista dan Tata Rias Pengantin.

Acara ini dibuka Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi di Pendopo Kecamatan Sedati, Senin (30/08/2021). Saat membuka acara pelatihan berbasis kompetensi akan mengurangi permasalahan pengangguran di Sidoarjo.

Baca juga: Momentum Idul Fitri 1447 Hijriyah, Bupati Sidoarjo Ajak Warga Pererat Persaudaraan Perkuat Silaturrahmi

"Pelatihan berbasis kompetensi SPA Refleksiologi, Barista dan Tata rias Pengantin berlangsung mulai 30 Agustus hingga 21 September 2021 mendatang. Untuk bisa menjadi peserta pelatihan syaratnya sudah menerima vaksin dan rapid tes antigen," ujar Wabup Sidoarjo, Subandi.

Lebih jauh, Subandi menjelaskan masalah pengangguran merupakan tugas bersama. Terutama Pemkab Sidoarjo yang wajib mengatasi masalah pengangguran ini.

"Karena akibat dampak Covid-19, angka pengangguran karena PHK meningkat. Belum lagi ditambah adanya kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mengharuskan tenaga kerja Indonesia bersaing dengan negara di Asia Tenggara," imbuhnya.

Subandi melihat masih terbatasnya jumlah lowongan kerja yang tersedia. Karena itu, Pemkab Sidoarjo harus memiliki terobosan berupa program kreatif berbasis ekonomi kerakyatan.

"Semua harus mengasah dan meningkatkan life skill sebagai bekal usaha mandiri agar tidak tergantung orang lain," tegasnya.

Baca juga: Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan, Bupati Sidoarjo Bersama Forkopimda Pantau Arus Mudik Lebaran

Selain itu, Wabup Sidoarjo bakal mengawal langsung program pelatihan ini. Pihaknya meminta para peserta serius mengikuti sampai selesai. Jika didapati peserta pelatihan yang putus di tengah jalan, maka pelatihan semacam ini tidak akan dilanjutkan lagi di Sedati.

"Kami bakal mengawal program ini. Kecamatan mana yang kurang serius dan banyak yang bolos, nanti ditindak lanjut. Kecamatan yang tidak baik itu, tidak akan mendapatkan pelatihan," paparnya.

Subandi berharap seusai menerima pelatihan para peserta lebih berkompeten, produktivitas tinggi dan memiliki moralitas yang baik dalam berkarir. Selain itu, mampu bersaing dengan tenaga kerja asing.

Baca juga: Pintu Terbuka Lebar di Candi Kala Hj Mimik Idayana Melebur Bersama Warga Sidoarjo di Momen Idul Fitri 1447 Hijriyah

"Pelatihan ini bukan untuk saya. Ini bukan untuk siapa-siapa. Ini untuk panjenengan semua. Jangan sampai uang negara yang dipakai untuk pelatihan terbuang sia-sia," pintahnya.

Sementara bantuan peralatan kerja bagi peserta pelatihan akan disiapkan Pemkab Sidoarjo. Dengan bantuan itu, diharapkan nanti peserta pelatihan dapat membuka usaha sendiri.

"Kami berharap pelatihan yang serius hasilnya bagus agar pemerintah yang akan menambah bantuan berupa alat atau yang lain untuk usahanya sendiri," tandasnya. Zak/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru