Sidoarjo (republikjatim.com) - Banyaknya informasi hoax di tengah situasi gencar - gencarnya Pemkab Sidoarjo melakukan percepatan vaksinasi dinilai sangat mengganggu kelancaran vaksinasi. Hal ini seperti saat pelaksanaan vaksinasi massal yang dilakukan Pemkab Sidoarjo.
Ketika aparatur pemerintah bahu membahu bersama dengan para tenaga kesehatan (Nakes) dan jajaran TNI - Polri bekerja keras menyiapkan segala keperluan agar pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar, tetapi masih ada yang dengan mudahnya menyebarkan informasi hoax.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Untuk itu, Bupati Sidoarjo, Gus Muhdlor minta agar para penyebar hoax segera berhenti. Alasannya, hal itu akan menghambat kelancaran vaksinasi.
"Bagi penyebar hoax segeralah berhenti. Karena ini urusan kemanusiaan lebih baik bantu pemerintah. Sekarang ini kita sedang menghadapi wabah dan butuh percepatan vaksinasi," ujar Gus Muhdlor seusai memberikan pengarahan singkat kepada peserta vaksin massal di Yon Arhanudse - 8, Gedangan, Sidoarjo, Senin, (12/07/2021).
Gus Muhdlor juga menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang banyak beredar di media sosial (Medsos). Menurutnya, informasi bisa diklarifikasi melalui perangkat desa atau media sosial milik Pemkab Sidoarjo.
"Saya mohon kepada masyarakat kalau mendapatkan informasi yang belum jelas kepastiannya agar tidak langsung menyebarkan ke WhatsApp Grup (WAG) atau media sosial lainnya. Demi kelancaran proses vaksinasi. Setiap informasi jangan langsung dipercaya," pintahnya.
Sebelumnya beredar di WhatsApp Grup (WAG) soal informasi pelaksanaan vaksinasi massal di Yo Arhanudse - 8 Gedangan. Info ini berisi syarat pendaftaran yang bisa diakses masyarakat melalui google.form. Akibatnya, terjadi kerumunan masyarakat di depan Yon Arhanudse. Petugas juga menemukan banyaknya masyarakat yang tidak terdaftar tetapi ingin mendapatkan vaksinasi.
"Beredarnya info hoax itu mengakibatkan kondisi jalan di sepanjang Buduran - Gedangan macet karena terjadi antrean di depan pintu masuk Yon Arhanudse," tegasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara itu Gus Muhdlor akan mengevaluasi jalannya vaksinasi massal yang akan dilakukan selanjutnya. Ia memastikan jatah vaksin untuk warga Sidoarjo aman dan semua warga akan mendapatkan jatah vaksin itu.
"Kami akan evaluasi agar tidak lagi terjadi kerumunan. Kami akan kerja sama dengan kepolisian menyisir info - info hoax. Saya harap masyarakat tenang dan tidak panik," pungkas Alumni SMAN 4 Sidoarjo ini. Hel/Waw
Editor : Redaksi