Sidoarjo (republikjatim.com) - Jumlah remaja siap kerja dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sidoarjo setiap tahun mencapai 4.000 orang. Jumlah itu, belum termasuk lulusan SMA dan Sarjana.
Untuk mengakomodir ribuan remaja yang siap kerja ini, sejumlah kebijakan dilakukan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor). Salah satunya dengan membuat MoU atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan ratusan perusahaan di Sidoarjo.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Sidoarjo pun diminta bergerak cepat. Yakni berkomunikasi dengan sejumlah perusahaan untuk memfasilitasi para lulusan SMK agar segera mendapatkan pekerjaan.
"Sekarang ini, total ada 76 SMK di Sidoarjo, baik negeri maupun swasta yang selama ini sudah kerjasama dengan sejumlah perusahaan tertentu," ujar Ketua Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) Kabupaten Sidoarjo, Heru Sasmita yang selama ini memfasilitasi lulusan SMK dengan perusahaan - perusahaan yang membutuhkan karyawan, Rabu (23/06/2021).
Kerjasama ini, lanjut Heru lebih kepada menampung kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang diperuntukkan bagi siswa kelas XI. Sedangkan siswa yang lulus sebagian ada yang diterima di perusahaan tempatnya praktek (magang).
"Rata-rata yang lulus berupaya mencari lowongan kerja sendiri," imbuhnya.
Sementara dengan jumlah jurusan di SMK mencapai 38 bidang jurusan, Bupati Sidoarjo, Gus Muhdlor melihat peluang kerjanya sangat terbuka lebar. Perusahaan yang membutuhkan karyawan tidak perlu merekrut tenaga kerja dari luar Sidoarjo.
"Saya minta perusahaan di Sidoarjo, kalau mencari pegawai prioritaskan warga Sidoarjo dulu. Mereka (lulusan SMK) ini sudah siap bekerja," pintah Gus Muhdlor usai membuka acara Pembekalan Khusus bagi Lulusan SMK se Kabupaten Sidoarjo di SMK Diponegoro.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Selama ini, lanjut Gus Muhdlor yang juga alumni Fisip Unair Surabaya ini, Dinas Tenaga Kerja Pemkab Sidoarjo secara rutin setiap tahun menggandeng puluhan perusahaan untuk membuka Bursa Kerja (Job Fair). Mulai tahun ini, Gus Muhdlor minta ada peran aktif dari Dinas Tenaga Kerja, terjun langsung membantu dan mengupayakan ribuan lulusan SMK untuk mendapatkan pekerjaan yang diharapkan.
"Dinas Tenaga Kerja harus bisa segera berkomunikasi dan membuat perjanjian kerjasama dengan dengan perusahaan - perusahaan di Sidoarjo. Tujuannya, kalau ada perusahaan yang membutuhkan pegawai maka yang diprioritaskan lulusan SMK dari Sidoarjo. Tentu ini sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi