Jembatan Sutam Jalur Alternatif Pemudik Sidoarjo - Mojokerto Bertarif Rp 2.000 Jadi Arena Selfie

republikjatim.com
JEMBATAN ALTERNATIF - Para pemudik menggunakan motor melintasi jembatan alternatif Sugotambak (Sutam) penghubung Krembung, Sidoarjo menuju Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jumat (14/05/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Jembatan Sugotambak (Sutam) yang berada di Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung, Sidoarjo memang hanya terbuat dari papan kayu dan tong plastik yang membentang di Sungai Porong. Jembatan ini sangat vital karena penghubung Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo.

Kali ini jembatan darurat itu sebagai jalur alternatif utama, bagi pengguna jalan khususnya roda dua (motor) untuk mempercepat mencapai tujuan. Hal ini tidak sekadar melintas jembatan panjang itu, akan tetapi para pengguna jalan sempat berhenti dan memanfaatkan momen itu untuk berselfie (swafoto) bersama.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

"Baru kali ini saya berkunjung bersama keluarga di Ngoro, Kabupaten Mojokerto melintasi jembatan Sutam ini. Biasanya, kami melintasi jembatan di Jasem Ngoro atau melintasi jembatan Porong. Tapi, jarak tempuhnya sangat jauh karena harus memutar," ujar salah seorang pemudik asal Desa Rejeni, Kecamatan Krembung, Sidoarjo, Widarti kepada republikjatim.com, Jumat (14/05/2021).

Perempuan 42 tahun ini mengaku bersyukur dengan adanya jembatan Sutam itu. Apalagi, jarak tempuhnya lebih dekat sehingga tidak perlu memutar serta tak membutuhkan waktu lama lagi.

"Hitung-hitung lewat jembatan ini sambil berswfoto. Karena pemandangan bagus di tengah sungai tampak ada Gunung Penanggungan dan Arjuno," imbuhnya.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Sementara warga setempat Totok menegaskan para pengendara motor yang melintasi jembatan Sutam tidak hanya warga Sidoarjo maupun warga Kabupaten Mojokerto. Melainkan dari berbagai daerah di Jatim seperti saat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah ini.

"Mereka yang datang dan melintas terkadang berhenti sejenak di tengah-tengah jembatan untuk berswafoto. Tarif untuk melintasi jembatan Sutam dipatok harga Rp 2.000 per motor. Kalau Pulang Pergi (PP) dipatok harga Rp 4.000 per motor," ungkapnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Totok mengakui jika yang melintas di jembatan Sutam ini, cukup banyak. Mereka lalu-lalang tidak bisa dihitung dengan jari.

"Memang selain jarak tempuhnya dekat, sekaligus pengguna motor dapat berwisata," tandasnya. Yan/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru