Penjual Kerupuk Dan Peyek, Siti Chotijah Janda Asal Wonokarang Bahagia Terima Rapelan BLT DD

republikjatim.com
TERIMA BLT DD - Siti Chotijah janda 68 tahun warga Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo saat menerima Bantuan Sosial (Bansos) uang tunai Rp 600.000 di pendopo desa setempat, Selasa (11/05/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Raut wajah bahagia dan gembira menyelimuti muka Siti Chotijah. Janda 68 tahun asal Dusun Wonokayun, Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo ini menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahun 2021 sebesar Rp 600.000 di pendopo kantor desa setempat, Selasa (11/05/2021). 

Siti Chotijah adalah salah satu warga yang terdampak Covid-19. Usaha jualan makanan ringan keliling dititipkan di warung yang ditekuni selama ini sejak adanya pandemi Covid-19 sepi dan tidak ada peminat yang membeli.

Baca juga: 230 Cakades Ikut Pembekalan, Bupati Subandi Titip Pilkades Damai, Gaji Rp 5 Juta Jangan Terprovokasi Biaya Politik Mahal

"Uang BLT DD ini rencananya akan saya buat tambahan belanja modal usaha kerupuk, peyek dan kacang yang dititipkan ke warung-warung," ujar janda enam anak ini kepada republikjatim.com, Selasa (11/05/2021).

Chotijah mengakui usaha yang ditekuni sudah hampir berjalan 2 tahun. Namun sejak adanya pandemi sepi. Jika sebelum pandemi seminggu bisa kirim 2 kali, kini hanya kirim satu kali.

"Makanya saya berterima kasih atas adanya bantuan ini," ungkapnya.

Baca juga: Usai Tampung Keluhan Pedagang, Bupati Sidoarjo Bakal Revitalisasi Pasar Tradisional Gandeng Pengelola Pasar

Kades Wonokarang, Debi Setiyo Wandono menjelaskan berdasarkan hasil Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) disepakati janda tua itu mendapatkan BLT DD Tahun 2021. Tidak hanya Siti Chotijah, di Desa Wonokarang ada sebanyak 68 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapat BLT DD tahap 1 dan 2 Tahun 2021 sebesar Rp 300.000 per PKM itu. Tapi kali ini dirapel dua kali menjadi Rp 600.000.

Penyerahan bantuan dipimpin Kades Wonokarang, Debi Setiyo Wandono, Sekretaris Desa dan Pendamping Lokal Desa serta jajaran dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta tes suhu badan sebelum pelaksanaan.

"BLT ini sudah melalui Verifikasi dan Validasi (Verval) serta Musdesus yang bertujuan membantu perekonomian warga yang terkena dampak Covid-19. Kriterianya hilang mata pencaharian, penyakit kronis dan belum terdata (menerima) bantuan sosial sama sekali," tegas alumni SMP Raden Rahmat ini.

Baca juga: Komisi A DPRD Sidoarjo Tegaskan PP No 16 2026 Peraturan Main Perangkat Harus Mundur Saat Ditetapkan Jadi Cakades

Debi menghimbau, setelah menerima uang BLT DD pihaknya meminta dihitung ulang. Alasannya untuk menghindari kelebihan atau kekurangan besaran bantuan itu.

"Jangan sampai tidak dihitung agar sama-sama enak. Uang BLT DD ini dibuat belanja sembako kebutuhan sehari-hari. Kalau bisa di warung tetangga sendiri agar roda perekonomian di desa bisa berputar. Itu yang diharapkan pemerintah pusat," tandasnya. Zak/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru