Banjir Tiga Desa di Tanggulangin Berstatus Darurat, Opsi Terakhir Relokasi

republikjatim.com
SIDAK - Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono didampingi Camat Tanggulangin, Sabino Mariano menggelar sidak ke sejumlah desa banjir di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo yang statusnya sudah masuk darurat, Senin (18/01/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Penanganan banjir di Desa Kedungbanteng, Banjarasri dan Desa Banjarpanji, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo bakal ditingkatkan statusnya dari siaga ke darurat.

Rencana itu muncul saat rapat koordinasi yang dipimpin langsung Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono dengan BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PU Cipta Karya, PUBM dan SDA, Camat Tanggulangin, tiga Kepala Desa serta tokoh masyarakat di kantor Balai Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Senin (18/01/2021).

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Hudiyono minta penanganan banjir yang selama ini langsung ditangani BPBD dan PU Cipta Karya, PUBM dan SDA diserahkan ke Camat Tanggulangin. Hal ini lantaran sudah enam kali Cak Hud sapaan akrab Hudiyono menyambangi warga yang terdampak banjir di ketiga desa itu. Akan tetapi, banjir tak kunjung surut.

"Teknis penanganan banjir akan langsung dibawah koordinasi Camat Tanggulangin dengan tetap melibatkan BPBD, PU Cipta Karya, PUBM dan SDA serta Dinas Sosial. Agar koordinasinya mudah satu pintu lewat Camat," ujar Hudiyono.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

PJ Bupati Sidoarjo menyebut ada anomali dalam penanganan banjir Tanggulangin. Selama ini, dana Bantuan Tak Terduga (BTT) sudah dimanfaatkan untuk pengurukan sirtu. Namun justru genangan air tidak malah surut tapi malah naik.

"Ini harus dicari penyebabnya. Kenapa bisa terjadi? Bantuan dana BTT sudah digelontor miliaran rupiah, tapi masih banyak rumah yang tergenang. Ini anomali kalau saya melihatnya. Saya minta Camat serta Forkopimka mencari tahu penyebabnya," pintahnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Sementara dalam rapat muncul opsi relokasi warga akan dilakukan jika memang diperlukan. Hudiyono meminta semua tokoh masyarakat yang ada di tiga desa itu duduk bersama untuk memberikan masukan.

"Opsi jangan panjangnya memang ada wacana relokasi. Hasil rapat dengan warga dan tokoh masyarakat akan saya sampaikan ke bupati terpilih. Hasilnya seperti apa akan saya sampaikan. Termasuk wacana relokasi. Karena banjir ini harus ada penanganan konkrit. Kita sudah upayakan meninggikan tanah dengan menguruk pakai sirtu tapi masih banjir," tandasnya. Yan/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru