Rumah Sakit Rujukan Penuh, Pj Bupati Sidoarjo Minta Masyarakat Taati Prokes Covid-19

republikjatim.com
Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono

Sidoarjo (republikjatim.com) - Beberapa hari ini kasus Covid-19 di Sidoarjo terus meningkat. Salah satu penyebabnya libur panjang. Saat ini ruang isolasi pasien Covid-19 dengan komorbit (penyakit penyerta) yang disediakan rumah sakit sudah penuh.

Hal ini diungkapkan Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono usai meresmikan beberapa program kegiatan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Pemkab Sidoarjo, Rabu (30/12/2020).

Baca juga: Pintu Terbuka Lebar di Candi Kala Hj Mimik Idayana Melebur Bersama Warga Sidoarjo di Momen Idul Fitri 1447 Hijriyah

Saat ini rumah sakit rujukan pasien Covid-19 tidak menerima pasien Covid-19 dari luar Sidoarjo. Namun upaya menyiapkan tempat isolasi di tempat lain akan kembali dilakukan seperti sebelumnya.

Untuk isolasi pasien Covid-19 tanpa komorbid dapat dilakukan di hotel. Namun begitu masih butuh persiapan lagi.

"Untuk pasien diluar masyarakat Sidoarjo kita stop dulu sambil mencari tempat dulu. Tempatnya kita sudah siapkan ada di hotel dan itu butuh persiapan," ujarnya.

Baca juga: Geger Klaim Dukungan Jelang Muscab PKB Sidoarjo, PCNU dan MWCNU Tegaskan Netral Tak Dukung Subandi di Acara Bukber

Hudiyono menjelaskan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Sidoarjo juga mengalami penurunan. Dari 92,78 turun menjadi 92, 71 persen. Begitu pula dengan kluster penyebaran Covid-19. Terdapat kluster keluarga maupun kluster Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Ini menjadi peringatan pemerintah untuk terus mencegah penyebaran virus Corona. Terbukti saat libur panjang tingkat pasien baru naik. Ini gara-gara ada liburan panjang bukan gara-gara Pilkada dan Pilkades," tegasnya.

Baca juga: DPAC PKB Mulai Bantah Klaim Subandi, Sebut Tak Ada Dukungan Kembali Pimpin PKB Sidoarjo Justru Buka Lpj Dana Banpol

Sementara saat ini Hudiyono sudah melakukan langkah tegas. Pemberlakuan jam malam diterapkan menjelang pergantian tahun. Tujuannya untuk mencegah kerumunan merayakan tahun baru. Untuk itu dirinya meminta masyarakat tidak berpersepsi buruk dengan kebijakan yang diambil itu.

"Kebijakan jam malam ini semata-mata untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Jam malam itu semata-mata untuk menekan dan mengurangi (pasien Covid-19). Daripada mengobati lebih baik mencegah," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru