Pemkab Sidoarjo Kebut Persiapan Pembangunan Kawasan Industri Halal

republikjatim.com
KUNJUNGAN - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa didampingi Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono saat mengunjungi lokasi Kawasan Industri Halal (KIH) Jatim di Safe N Lock Eco Industrial Park, Sidoarjo, Minggu (29/11/2020) kemarin.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono mengaku bakal terus mempersiapkan pembangunan Kawasan Industri Halal (KIH) di Safe N Lock Eco Industrial Park, Sidoarjo. Pembangunan kawasan ini sendiri merupakan satu-satunya di Jatim.

"Kawasan KIH sekarang dalam proses pengurukan. Mudah-mudahan Januari dan Februari selesai proses pengurukan," ujar Hudiyono, Jumat (04/12/2020).

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Usai pengurukan, kata Hudiyono rencananya bakal ada tim dari Jakarta yang akan melakukan verifikasi. Menurutnya, dari kawasan 410 hektar yang dipersiapkan, ada 148 hektar yang siap dijadikan KIH. Karena itu, Pemkab Sidoarjo menyambut baik penunjukan itu.

"Memang luas wilayah untuk sistem industri luas. Bahkan areanya sudah siap dan masyarakatnya juga sudah siap," tegasnya.

Kepala Dinas Penanamam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Sidoarjo, Ari Suryono bakal mendukung kemudahan perizinan untuk KIH yang dibuat di sebagian kawasan Safe n Lock itu.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

"Indutri halal perlu didorong karena begitu besarnya potensi produk halal baik di dalam atau luar negeri," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai berdirinya KIH di Jatim akan mendorong perkembangan industri produk halal di Indonesia. Pihaknya berharap produk makanan halal di Indonesia tembus sepuluh besar dunia.

"Saat ini produk fashion halal Indonesia menjadi yang terbesar kedua di dunia. Kami berharap semakin banyak produk halal yang berkualitas. Baik untuk pasar konsumsi dalam negeri maupun untuk melayani kebutuhan produk halal dunia," pintahnya.

Baca juga: Sudah Jadi BB Mabes Polri, Somasi Bupati Sidoarjo Soal Pengembalian 3 Sertifikat Langsung Ditanggapi Rahmat Muhajirin

Khofifah menguraikan saat ini jumlah penduduk muslim dunia sangat besar. Menurut Global Population (2019), penduduk muslim dunia tercatat 24 persen. Setara 1,9 miliar orang. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia. Saat ini tercatat 229 juta jiwa.

"Ini potensi sekaligus peluang yang bisa dimanfaatkan IKM dan UKM asal Jatim untuk menjadi pemain global dalam industri makanan halal," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru