Sidoarjo (republikjatim.com) - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono - M Taufiqulbar (BHS-Taufiq) memiliki banyak kepedulian terhadap pengembangan pasar tradisional. Selain itu, juga memiliki banyak konsep dan gagasan agar pasar tradisional terus berkembang pesar.
Salah satu gagasan itu, yakni BHS berkeinginan agar setiap pasar tradisional di Sidoarjo dilengkapi fasilitas permainan anak-anak. Hal itu, agar pasar tradisional bisa dijadikan sarana belanja sekaligus liburan ibu rumah tangga beserta anak-anaknya.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Saya melihat pasar tradisional itu, selain sebagai tempat pertumbuhan ekonomi kerakyatan, juga menjadi tempat hiburan masyarakat. Karenanya pasar tradisional mungkin perlu ada gerai (stan) bermain untuk anak-anak, seperti halnya di pasar krempyeng," ujar BHS saat mengunjungi Pasar Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo, Jumat (09/10/2020).
Lebih jauh, Cabup nomor urut 1 yang juga sekaligus mantan anggota DPR RI ini menilai, fasilitas dan sarana permainan anak-anak, bisa membuat ibu-ibu yang belanja ke pasar tradisional menjadi nyaman. Hal ini, karena sekaligus bisa menghibur anak-anak mereka mau ikut ke pasar tradisional. Baginya, jika tidak ada hiburannya, maka anak-anak bakal malas saat diajak ibunya ke pasar tradisional.
"Kami berharap ke depan, semua pasar tradisional dilengkapi sarana permainan anak-anak. Termasuk di Pasar Suko ini. Pasar Suko sangat layak dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya, karena lokasinya sangat strategis. Yakni ada di pinggir jalan antarkabupaten (jalur propinsi)," imbuhnya.
Menurut Alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini, ada beberapa hal yang harus dibenahi di Pasar Suko. Diantaranya masalah kebersihan dan pengelolaan sampah. Karena masih ada beberapa sampah yang diletakkan di sudut pasar. Hal ini harus dibenahi, agar konsumen mau ke pasar ini karena merasa nyaman saat belanja.
"Pengelolaan sampah di pasar harus dibenahi. Tempat pembuangan sampah tidak boleh ada di depan stan-stan pedagang. Tempat pembuangan sampah harus terisolasi (terpisah) agar ibu-ibu senang berbelanja ke pasar. Kalau ibu-ibu tidak belanja ke pasar tradisional maka tidak memahami seni tawar-menawar," tegas Cabup yang berpasangan dengan Cawabup M Taufiqulbar ini.
Tidak hanya itu, kata BHS di Pasar Suko ternyata belum dilengkapi Alat Pemadam Kebakaran (Apar). Padahal itu, penting untuk mengantisipasi jika ada titik awal kebakaran.
"Karena itu, saya akan menyumbang satu atau dua pemadam portabel untuk mencegah saat ada muncul titik api. Sebulan lalu di pasar ini ada nyala api, tapi alhamdulillah bisa dipadamkan," jelasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara itu, BHS juga berharap Pasar Suko sudah dilengkapi fasilitas kesehatan dan perbankan. Alasannya, pedagangnya sudah mencapai lebih 200 orang dan pengunjungnya mencapai ribuan dalam sehari.
"Sudah saatnya pasar ini harus dibenahi fasilitasnya dan diperjuangkan agar lebih berkembang. Karena mampu menyumbang ekonomi kerakyatan di wilayah Sidoarjo agar lebih menggeliat," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi