Sidoarjo (republikjatim.com) - Teka-teki penyebab tewasnya manajer perusahaan susu Instan yang berstatus janda di Perumahan Alam Juanda Blok BB-10, Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Sidoarjo awal Juli 2020 lalu, mulai terungkap. Ini setelah tim Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo menangkap seorang pelaku yang diduga membunuh, Irene Siska Windyastuti (43) itu.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan perkembangan perkara tewasnya Irene Siska Windyastuti, yang berprofesi sebagai manajer perusahaan susu. Menurutnya polisi mengamankan seorang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan di Perumahan Alam Juanda itu.
"Anggota Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo sudah mengamankan pelaku pembunuhan di Sedati. Dia masih termasuk orang dekat korban," ujarnya kepada republikjatim, Selasa (11/08/2020).
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menceritakan pelaku pembunuhan korban adalah Bayu (30) warga Malang. Pelaku berhasil ditangkap petugas di persembunyiannya di Surabaya. Pelaku masih tergolong orang dekat korban. Yakni masih kekasih (pacar) korban.
"Pelaku memang sudah diamankan, tapi sekarang masih menjalani pemeriksaan," ungkapnya.
Yudha menguraikan terungkapnya kasus dugaan pembunuhan ini bermula saat petugas kepolisian memperoleh hasil otopsi atas kematian korban. Isinya, paru-paru korban membengkak dan ada bekas jeratan di leher korban. Selain itu, mobil Honda HRV milik korban tidak ada di rumahnya.
"Nah, dari situ petugas akhirnya melakukan pendalaman dan penyelidikan hingga mendapat petunjuk adanya pelaku pembunuhan orang dekat korban itu," tegasnya.
Beberapa pekan melaksanakan penelusuran, petugas mendapati lokasi persembunyian pelaku di Surabaya hingga pelaku pembunuhan itu diringkus. Dalam pemeriksaan sementara, pelaku mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena sakit hati.
"Motifnya karena tersangka sakit hati dan cemburu itu," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, kematian korban kali pertama diketahui adik iparnya, Adi Wicaksono Rabu (01/07/2020). Saat itu, korban tidak bisa dihubungi saksi. Ketika dicek di rumahnya ternyata korban sudah dalam keadaan tak bernyawa. Korban tergeletak di ruang tamu rumahnya. Korban diduga meninggal dunia karena dibunuh dengan bukti sejumlah memar yang di leher dan tubuh korban. Yan/Hel/Waw
Editor : Redaksi