Ponorogo (republikjatim.com) - Di tengah pandemi Covid-19, wana wisata Telaga Ngebel, Kecamatan Ngebel, Ponorogo masih memiliki target cukup besar. Tidak tanggung-tanggung, di masa pandemi Covid-19, target wisata alam air itu justru ditarget meraup Rp 240 juta per bulan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kabid Destinasi dan Industri Disbudparpora Pemkab Ponorogo, Muhariadi mengakui adanya rasa was- was saat pengunjung Telaga Ngebel membludak. Namun pihaknya memperhatikan protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah. Diantaranya pengunjung masuk dicek suhu badannya. Jika di pos masuk ditemukan memiliki suhu 37,5 derajat ke atas maka harus balik kanan. Selain itu, hotel dan rumah makan juga menerapkan jaga jarak seperti penataan kursi serta pengurangan konsumen hingga 50 persen.
"Begitu juga perahu di Telaga Ngebel harus diisi 50 persen penumpang. Kemudian pengunjung tetap harus bermasker, menyediakan hand sanitizer dan cuci tangan. Bahkan setiap satu jam sekali petugas pariwisata keliling memakai sound sistem dengan motor roda tiga untuk mensosialisasikan protokol kesehatan itu," katanya Minggu (14/06/2020).
Selain itu, Muhariadi menjelaskan dengan diberlakukannya uji coba new normal serta dibukanya wisata Telaga Ngebel membuat pihaknya harus tetap memenuhi target PAD dari destinasi wisata Telaga Ngebel itu.
"Setelah dibuka dengan adanya uji coba new normal, kami punya target 30.000 tiket terjual dengan estimasi anggaran Rp 240 juta setiap bulan. Target sebelum Covid-19 Rp 2,2 miliar setahun. Jadi rata-rata sebulan Rp 200 jutaan," tegasnya.
Penjaga Pos Pintu Utama Telaga Ngebel, Patke menjelaskan pandemi Covid-19 bagi warga dan pelaku jasa di wisata di Telaga Ngebel seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Disi lain warga masih was-was berkunjung ke Telaga Ngebel dan di sisi lain butuh berjalannya roda perekonomian bagi para pengusaha dan PAD wisata Telaga Ngebel.
"Sebenarnya masih was-was. Tapi di sisi lain masyarakat butuh hiburan dan masyarakat sini butuh perputaran perekonomian. Makanya semua harus mentaati protokol kesehatan. Seperti kalau ada pengunjung suhu badannya di atas 37,5 atau 38 derajat tidak diizinkan masuk ke Telaga Ngebel," ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan pemilik warung pecel dan lontong pecel di dekat pintu utama masuk wisata Ngebel.
"Sudah mulai ramai sejak dibuka. Sebenarnya semua was -was, tetapi mari jaga kesehatan diri masing-masing. Semoga warga Ngebel tidak ada yang kena virus Corona dan semua pengunjungnya sehat," pintah ibu-ibu penjual nasi pecel ini.
Begitu juga seperti diharapkan Sri Indarti Sulistiyowati. Pemilik rumah makan Resto Bu Lis mengaku dengan dibukanya wisata Telaga Ngebel merasa lega. Alasanya, bisa membuka usahanya lagi.
"Kami tetap jaga protokol kesehatan. Pelayan (karyawan) resto saya menggunakan face shild serta sarung tangan dalam melayani hidangan untuk pemesan atau pengunjung resto. Di kasir menggunakan pembatas plastik agar pengunjung membayar tidak langsung kontak muka dengan kasir," tandasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi