Sidoarjo (republikjatim.com) - Ratusan pedang Pasar Buah dan Sayur Porong, Sidoarjo merasa dirugikan sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 28 April 2020 kemarin. Selain penghasilan mereka menurun, setiap hendak masuk ke dalam Pasar Porong harus rela mengantre berjam-jam, Kamis (30/04/2020).
Bahkan antrean panjang kendaraan pedagang itu, juga menunjukkan terabaikannya protokoler jaga jarak (physical distancing). Hal ini dipicu antrean panjang sebelum masuk jalan utama menuju pasar sayur dan buah terbesar di Jatim itu. Padahal, pelaksanaan PSBB di Sidoarjo bertujuan memutus mata rantai pandemi persebaran virus Corona (Covid-19).
Berdasarkan pantuan di lapangan menyebutkan ratusan kendaraan pedagang mengular di pintu selatan Pasar Porong. Antrean mulai pukul 12.00 WIB membuat kendaraan pedagang baik roda dua maupun roda empat atau bahkan lebih mengular di pintu masuk bagian Selatan itu.
Para pedagang dan sopirnya terlihat turun dari kendaraan yang mengangkut komoditas sayuran dan buah-buahan itu. Bahkan mereka mala bergerombol menungu pintu masuk dibuka di depan pintu utama pasar itu.
Salah seorang pedagang cabe, Kurniawan mengeluhkan pendapatannya turun drastis sejak pemberlakuan PSBB di Sidoarjo. Jika sebelumnya mampu menjual cabe hingga 6 kuintal kini hanya membawa cabe 2 kuintal saja.
"Itu pun kerap tidak habis. Karena pembelinya sepi sekali. Jelas pendapatan pedagang seperti saya ini turun drastik," keluhnya.
Bagi Kurniawan jika sebelumnya saat kondisi normal mampu menghasilkan uang Rp 1 juta sekali jualan. Namun kini, mampu mendapatkan uang Rp 200.000 saja sudah sangat susah.
"Sekarang penghasilan kami turun drastis. Sekarang cari uang Rp 200.000 sangat sulit," ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan pedagang Pasar Porong lain Mahfud. Pedagang sayuran ini juga mengaku pendapatan dan omzetnya turun drastis. Apalagi, sebelum masuk ke dalam pasar harus antrean panjang berjam-jam.
"Antrean itu membuat sayuran tidak segar lagi karena terlalu lama mengantre dan kepanasan itu. Kami pedagang berharap virus ini segera berlalu agar bisa berjualan normal. Kami minta kebijakan khusus dari pemerintah bagi pedagang seperti kami ini," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Sidoarjo, Nawari mengaku pihaknya sudah mengevaluasi pelaksanaan PSBB di Pasar Porong. Karena itu, pihaknya memajukan jam operasioanl Pasar Porong agar penumpukan kendaraan tidak terjadi lagi. Padahal, kata Nawari dua hari sebelumnya, operasional Pasar Porong dimulai pukul 04.00 sampai 11.00 WIB serta pukul 16.00 sampai 20.00 WIB.
"Makanya kami tadi membuka pintu masuk pukul 14.30 WIB atau maju 1,5 jam," kilahnya.
Selain itu, kata Nawari pihaknya mewajibkan pemakaian masker kepada penjual dan pembeli di Pasar Porong. Baginya, yang tidak memakai masker, dilarang masuk pasar tradisional itu.
"Kami juga menyediakan tempat cuci tangan di beberapa titik di dalam Pasar Porong itu," tandasnya. Yan/Waw
Editor : Redaksi