Sebelum PSBB, BHS Bagikan 1.500 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19 di Sidoarjo

republikjatim.com
BAGIKAN- Bacabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) membagikan 1.500 paket sembako kepada warga terdampak Covid-19 mulai pedagang, pemilik warung, para janda dan lansia di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo, Senin (27/04/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) membagikan 1.500 paket sembako untuk warga terdampak Covid-19 di wilayah Sidoarjo, Senin (27/04/2020). Pembagian sembako sehari menjelang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini, untuk membantu dan meringankan beban warga Sidoarjo selama pandemi Covid-19 dan pelaksanaan PSBB.

Berdasardakan datanya sembako itu dibagikan di sejumlah wilayah desa dan kelurahan di sejumlah kecamatan. Diantaranya di Kecamatan Sidoarjo, Candi, Tanggulangin, Gedangan, Waru, Wonoayu, Buduran dan di Kecamatan Krian.

Tidak hanya sembako dan sayuran, BHS bersama timnya juga memberikan 70 Mukena dan Al-Quran untuk Musala Baitul Muttaqin di RT 018 RW 003, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo. Selain itu, BHS juga menyumbang Rp 3 juta untuk pembangunan tempat wudhu dan kamar mandi di musala ini.

"Pembagian sembako sehari sebelum penerapan PSBB ini, dalam rangka BHS Peduli terhadap masyarakat yang kena dampak Covid-19. Baik itu pedagang, warung, janda tua, lansia maupun karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Agar warga terdampak tak mengalami kesulitan dan terbantu selama pelaksanaan PSBB," terang Bambang Haryo Soekartono didampingi istri dan timnya saat pembagian di lingkungan Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo, Senin (27/04/2020).

Bambang yang juga mantan anggota DPR RI periode 2014 -2019 ini mengungkapkan ada 1.500 paket sembako yang dibagikan dirinya bersama timnya secara serentak. Selain itu ada sekitar 100 paket sembako yang isinya tidak hanya beras, gula dan minyak goreng tapi juga dilengkapi sayuran dan telur.

"Tujuannya warga agar tetap mengkonsumsi makanan bergizi 4 sehat 5 sempurna. Termasuk mengkonsumsi bayam yang mengandung vitamin C, E dan Zinc. Begitu juga telur mengandung sillenium yang mampu menjaga tubuh sehat dan terhindar virus Corona (Covid-19)," ungkapnya sembari membagikan masker untuk warga yang keluar rumah.

Bambang mengaku sangat prihatin kondisi yang terjadi saat ini. Saat hendak diterapkan PSBB akan tetapi sejumlah bantuan belum diterimakan masyarakat yang berhak menerimanya. Padahal, jika bantuan diantaranya sembako dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) diterima masyarakat maka dipastikan mereka akan patuh aturan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

"Kami harap semua instruksi pemerintah baik pusat dan daerah dipatuhi warga. Tentu jaminan ada pemerintah agar masyarakat bisa hidup. Mereka butuh subsidi maupun bantuan losgistik dan pangan serta BLT yang juga belum turun. Sekarang saat ini masyarakat koordonasi dengan kelompok industri, RT dan RW siapa saja yang layak dimasukkan data penerima bantuan itu," tegasnya.

Sementara kondisi di lapangan, kata BHS sudah ada ancaman perusahaan yang bakal memberhentikan 11.000 karyawannya. Permohonan PHK itu bahkan sudah diajukan ke Disnaker Pemkab Sidoarjo. Bagi Bambang mereka yang di PHK itu harus didata dan dimasukkan ke dalam data warga terdampak Covid-19.

"Seharusnya perusahaan juga dibantu insentif kelistrikan dan BBM. Karena minyak dunia dan batu bara turun. Kalau harga listrik turun lebih 50 persen dan industri dapat harga sebenarnya pasti tidak akan mem-PHK karyawan. Begitu juga kalau BBM solar industri turun. Itu akan berdampak pada harga sembako. Seharusnya saat sulit seperti ini harganya turun. Pemerintah harus punya cara agar 11 bahan pokok turun, bukan mala naik seperti gula HET Rp 12.500 sekarang harganya Rp 18.000 sampai Rp 19.000 per kilogram," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru