Pemkab Ponorogo Tracking Puluhan Santri Temboro yang Pulang Kampung

republikjatim.com
TRANCKING - Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menginstruksikan Dinas Kesehatan Pemkab Ponorogo agar melaksanakan tracking puluhan santri temboro yang pulang kampung, Kamis (23/04/2020).

Ponorogo (republikjatim.com) - Pemkab Ponorogo mengantisipasi kedatangan puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) di Temboro, Kecamatan Karas, Magetan. Upaya antisipasi itu dengan menggelar tracking. Upaya antisipasi kedatangan para santri Temboro ini setelah munculnya 43 santri Malaysia yang dinyatakan positif Corona oleh Pemerintah Malaysia.

Adanya kabar ini mendorong Pemkab Ponorogo melakukan pantauan khusus kepada santri Ponpes Temboro dengan melakukan tracking para santri yang tiba di Ponorogo.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni mengatakan Pemkab Ponorogo melaksanakan tracking 56 orang santri yang baru datang dari Temboro. Dari 56 orang yang sudah rapid test baru 27 orang. Hasil rapid test 2 reaktif dan 1 masih samar serta 24 non reaktif.

"Sisanya sebanyak 29 orang santri akan kami rapid test lanjutan," katanya Kamis, (23/04/2020).

Tidak cukup itu saja, kata Ipong Pemkab Ponorogo akan mengisolasi para santri di tempat yang disiapkan desa/kelurahan maupun Kabupaten. Kepada para santri dan pengantarnya hari ini juga akan tiba lagi gelombang kedatangan santri Temboro ke Ponorogo.

"Pemkab Ponorogo melayangkan surat kepada Bupati Magetan untuk menerapkan lockdown (penutupan) sementara Ponpes Temboro karena Ponpes bisa dikatakan termasuk cluster penyebar Covid-19," tegasnya.

Sementara santri yang datang ke Ponorogo langsung diterima dan diisolasi umum di tempat yang sudah disediakan desa/kelurahan, maupun kabupaten.

"Isolasi ini untuk menekan kontak dengan keluarga. Sehingga masyarakat tetap tenang atas kedatangan para santri dari Temboro itu," pungkasnya. Mal/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru