Hasil Rapid Tes Negatif, Para Santri Temboro Tetap Jalani Isolasi 14 Hari

republikjatim.com
APD LENGKAP - Satgas Covid Posko Kelurahan Tonatan melayani dan mengantar makanan untuk penghuni ruang isolasi mengenakan pakaian APD lengkap, Jumat (24/04/2020).

Ponorogo (republikjatim.com) - Kendati hasil rapid test dinyatakan negatif, para santri Temboro asal Ponorogo tetap mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) harus diisolasi selama 14 hari.

Kepala Desa/Kecamatan Bungkal, Ponorogo, Widodo menyatakan hasi rapid tes dua orang santri Temboro yang masih merupakaan warganya hasilnya negatif. Bahkan tidak hanya santri tapi juga sama keluarganya menjadi 5 orang yang diisolasi.

"Alhamdulillah sehat semua. Kemarin rapid tes hasilnya negatif, tapi tetep harus diisolasi 14 hari," katanya Jum'at (24/04/2020).

Hal senada disampaikan Kepala Desa Pager, Kecamatan Bungkal, Setyorini yang kedatangan seorang warganya dari Temboro.

"Hasil rapid tes kemarin negatif. Tapi masih menjalani SOP isolasi 14 hari di rumah kosong yang disediakan desa," tegasnya.

Begitu Kepala Kelurahan Tonatan Kecamatan Ponorogo, Sutiyah. Pihaknya menyatakan hasil rapid tes santri dan ibunya yang diisolasi di lantai 2 kantor kelurahan itu hasilnya sama dengan santri dari Desa Bungkal dan Desa Pager.

"Rapid testnya negatif. Tapi tetap diisolasi di kelurahan. Sebelum masuk isolasi harus sudah tau hasil rapid testnya," ungkapnya.

Bahkan, lanjut Sutiyah pemeriksaan kesehatan setiap hari dilakukan tenaga kesehatan dari puskesmas.

"Satgas, saya maupun petugas kebersihan dan yang mengantar makanan juga pakai APD lengkap," jelas Lurah Tonatan.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Ponorogo, drg Rahayu Kusdarini secara terpisah menegaskan hasil pemeriksaan dari puluhan santri Temboro se Ponorogo tidak sama.

"Hasil pemeriksaan para santri ada yang reaktif dan ada yang non reaktif. Tetapi masih proses belum selesai tes kesehatan. Untuk rincinya kami belum bisa sampaikan," tandasnya. Mal/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru