Ponorogo (republikjatim.com) - Puluhan warga Desa Karanglo Lor, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo berkumpul di balai desa setempat, Selasa (14/04/2020). Hal ini buntut adanya penolakan atas wacana (usulan) gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di JL Ngudi Kaweruh desa setempat bakal difungsikan sebagai rumah sakit darurat Covid -19.
Pertemuan ini sudah kali kedua. Sebelumnya Minggu (12/04/2020) lalu pertemuan belum membuahkan hasil. Hari ini warga kembali diajak duduk bersama Forkopimka dan Dinas Kesehatan Pemkab Ponorogo untuk membahas soal rencana membuat rumah sakit rujukan itu.
Penolakan atas usulan Bupati Ponorogo lantaran bertambahnya pasien positif Corona di Ponorogo. Alasan penolakan warga, karena warga takut tertular virus Corona yang mematikan itu.
"Dasar penolakan BLK dijadikan rumah sakit darurat corona ini karena kami takut tertular. Apalagi nanti yang menempati orang luar desa," kata salah seorang warga Karman di depan Kepala Dinas Kesehatan drg Rahayu Kusdarini, Selasa (14/04/2020).
Hal yang sama juga disampaikan warga lainnya Bonari. Menurutnya alasan BLK milik Provinsi Jatim dijadikan rumah sakit darurat pasien Covid-19 karena sangat dekat dengan pemukiman warga.
"Selain dekat pemukiman warga di dalam lokasi BLK juga ada rumah karyawan BLK. Kalau untuk isolasi warga desa kami sudah ada SD. Pemkab Ponorogo bisa cari tempat lainnya," pintahnya.
Sementara Kepala Dinkes Ponorogo drg Rahayu Kusdarini mengaku rencana menjadikan BLK itu sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 masih wacana. Menurutnya, Satgas Covid-19 Ponorogo masih menginventarisir tempat-tempat yang memungkinkan dijadikan isolasi berkelompok. Selain itu, Satgas juga mempersiapkan rumah sakit darurat yang bisa digunakan untuk merawat pasien dengan keluhan ringan.
"Kami sempat berpikir ke arah menyiapkan rumah sakit darurat. Rumah sakit darurat itu bisa untuk merawat pasien dengan keluhan ringan tentunya," paparnya.
Dokter yang akrab dipanggil Ririn ini menguraikan dari sekian tempat alternatif yang sudah diinventarisir Satgas Covid 19 Ponorogo salah satunya BLK. Namun warga Desa Karanglo Lor resah dan keberatan karena merasa ketakutan jika gedung BLK dijadikan rumah sakit darurat itu. Padahal tidak hanya BLK, masih banyak yang diinvetarisir tim Satgas Covid-19 Ponorogo.
"Hari ini Forkopimka Sukorejo berinisiatif mengumpulkan warga untuk bisa memberi edukasi masyarakat terkait pentingnya penanganan Covid-19 ini. Semua masih wacana. Kami belum mengajukan ke propinsi karena belum memutuskan tempat mana yang akan dipakai. Banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk memutuskan dijadikan rumah sakit darurat. BLK memungkinkan karena banyak kamarnya, kalau GOR harus membuat ruang-ruang baru," tandasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi