Semalam Kotak Amal Dan Pengeras Suara di Dua Musala di Balongbendo Digondol Kawanan Pencuri

republikjatim.com
OLAH TKP - Sejumlah anggota Polsek Balongbendo menggelar olah TKP pencurian kotak amal Musala Hidayatulloh, Dusun/Desa Jeruklegi, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Sabtu (11/04/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dalam beberapa hari terakhir, aksi pencurian di wilayah Balongbendo kian meresahkan warga. Tercatat ada 3 lokasi yang diobok-obok kawanan pencuri sejak Kamis (09/04/2020) lalu.

Dua diantaranya Musala Hidayatulloh RT 04 RW 02 dan Musala Sabilut Taubah RT 03 RW 01 Dusun/Desa Jeruklegi, Kecamatan Balongbendo Sidoarjo. Di dua musala ini pencuri berhasil menggondol kotak amal dan pengeras suara (amplifier) dalam semalam.

Aksi nekat kawanan pencuri di tengah pemerintah gencar menghimbau warga untuk beribadah di rumah masing-masing untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) meresahkan warga. Apalagi, kawanan pencuri memanfaatkan momen itu untuk menjalankan aksi pencuriannya.

Ketua Takmir Musala Hidayatulloh, Nur Hadi menceritakan dalam sepekan ini warga desa mulai resah dengan aksi pencurian. Menurut pria 43 tahun ini, jika tahun lalu pencuri menggasak kotak amal musala dengan modus pecah kaca.

"Sedangkan sekarang dicongkel gemboknya dan kotak amalnya dibuang," terangnya kepada republikjatim.com, Sabtu (11/04/2020).

Salah seorang jamaah Gunadi menjelaskan waktu kejadian, Kamis (09/04/2020) pukul 03:30 WIB dirinya hendak berangkat sholat subuh bersama istri. Sesampainya di musala ada bekas jejak kaki belepotan tanah di lantai yang mengarah ke jendela dengan kondisi terbuka. Saat dilihat ke dalam kotak amal sudah tidak ada.

"Kotak amal ditemukan Kamis sore hari di area pemakaman umum sisi utara musala oleh warga yang berziarah. Sedangkan, untuk uang yang di dalam kotak amal berkisar Rp 200.000 pecahan koin dan kertas sudah tidak ada," ungkap pria 53 tahun ini.

Hal yang sama terjadi di Musala Sabilut Taubah yang letaknya dekat lokasi perahu tambang. Menurut salah seorang saksi dari jamaah Radiman (63) menjelaskan setelah selesai wudlu dirinya hendak Adzan Subuh. Saksi kaget melihat amplifier dan kotak amal musala sudah tidak ada.

"Akhirnya kami beritahu ke Ketua Takmir dan teman, kalau ada maling di musala. Beruntung uang di dalam kotak tidak banyak, karena sudah diambil seminggu lalu," ungkapnya.

Takmir Musala Sabilut Taubah, Sumarto membenarkan kasus pencurian itu. Menurunya kasus pencurian kotak amal itu memang bersamaan dengan Musala Hidayatulloh.

"Kalau disana hanya kotak amal saja. Sedangkan disini amplifier, mixer eco dan dua buah micropon. Total kerugiannya sekitar Rp 3,5 juta," paparnya.

Sementara itu Kapolsek Balongbendo, Kompol Sugeng Purwanto menegaskan sudah ada laporan soal kasus pencurian di musala itu. Bahkan sudah ada aksi pencurian 2 kotak amal dan amplifier yang dimintai keterangan petugas.

"Tadi pelapor datang ke kantor (Polsek Balongbendo) untuk memberikan keterangan aksi pencurian di musala itu. Kami akan melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut di TKP," tandasnya. Zak/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru