Ponorogo (republikjatim.com) - Dengan hitungan beberapa hari, jumlah pasien positif terpapar virus Corona (Covid-19) semakin bertambah. Karena itu, Pemkan Ponorogo bakal segera meningkatkan pemantauan kepada warga yang melaksanakan kontak terdekat dengan para pasien positif Covid-19.
Hal ini disampaikan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlisoni saat konferensi pers di Pringgitan (Rumah Dinas Bupati) Ponorogo, Jumat (10/04/2020) sore kemarin.
"Karena pasien positif bertambah satu orang, maka menambah jumlah pasien positif menjadi 6 orang. Karena terbukti perkembangan dari hari ke hari kontak terdekat yang tertular, dua orang yang dinyatakan positif itu istri dari pasien yang dinyatakan positif sebelumnya," kata Ipong Muchlisoni.
Bupati Ponorogo memastikan bakal memperketat proses pemeriksaan dan pemantauan akses masuk Ponorogo hingga pintu masuk desa. Bahkan Pemkab Ponorogo bakal segera menambah tenaga medis diluar PNS dan tenaga BLUD.
"Tambahan tenaga medis ini diperlukan untuk membantu pemantauan agar lebih cepat dalam mengindentifikasi PDP dan sesegera mungkin untuk ditindakan lebih lanjut," imbuhnya.
Dengan cepatnya identifikasian PDP di Ponorogo, kata Ipong maka kebutahan kamar isolasi juga akan bertambah. Karenanya Gubernur Jawa Timur menambah satu lagi rumah sakit rujukan, yaitu Rumah Sakit Umum Aisyiyah Ponorogo. Saat ini di RSUD dr Hardjono ada 20 ruang isolasi dan akan ditambah 15 ruang lagi. Di RSU Aisyiyah ada 7 ruang dan di empat rumah sakit swasta masing-masing ada 3 ruang isolasi.
"Jadi di Ponorogo ada 54 ruang Isolasi. Kalau terjadi lonjakan PDP jumlah ruang isolasi masihbbisa mengatasi. Tapi, kami akan usulkan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi yang berada di Sukorejo sebagai rumah sakit darurat. Di BLK ini memiliki 60 tempat tidur dan 30 kamar. Semoga usulan ini disetujui Gubernur," pintahnya.
Selain, kata Ipong Pemkab Ponorogo juga berencana menjadikan eks Ponpes Al Mawaddah Putri di Babadan yang saat ini kondisinya kosong untuk dijadikan rumah sakit darurat. Alasannya di tempat itu, terdapat ratusan kamar yang bisa dijadikan ruang isolasi.
"Hari ini saya meminta Kepala BPBD, Kepala DPUPKP, Kepala Dinkes dan Dirut RSUD dr Harjono untuk merencanakan itu. Paling lambat Senin mendatang sudah bisa saya usulkan ke Provinsi Jatim," pungkasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi