Warga Ponorogo Jadi Korban Gendam Bermodus Bagi Masker di Tengah Wabah Corona

republikjatim.com
KORBAN GENDAM - Petugas Polsek Sambit saat olah TKP di rumah korban gendam di Dusun Puthukrejo, Desa Wilangan, Kecamatan Sambit, Ponorogo, Selasa (07/04/2020).

Ponorogo (republikjatim.com) - Para pelaku tindak pidana kriminal tak mengenal situasi dan kondisi. Hal itu seperti yang dilakukan sepasang sejoli yang identitas belum diketahui polisi itu. Pasangan sejoli ini berhasil memperdayai korban di tengah wabah virus Corona (Covid-19) yang sedang melanda dan membuat warga cemas itu.

Di tengah kecemasan warga, aksi gendam terjadi di wilayah hukum Polsek Sambit, Selasa (07/04/2020). Seorang warga menjadi korban gendam dengan memanfaatkan situasi dan kondisi kecemasan warga hingga membuat korban harus kehilangan uang tunai dan perhiasan emasnya itu.

Korban gendam itu Sinarwati warga Dusun Putukrejo, Desa Wilangan, Kecamatan Sambit, Ponorogo. Perempuan 45 tahun ini, sekitar pukul 10.00 WIB didatangi seorang laki-laki dan seorang perempuan ke rumah korban. Keduanya mengaku dari Dinas Kesehatan yang bakal membagikan masker gratis. Setelah masuk rumah, korban ditepuk lengannya. Seketika pasangan sejoli itu meminta tas korban yang sedang dalam pengaruh hipnotis itu.

"Korban menuruti perintah tersangka (dua pelaku). Diluar kesadaran korban memberikan tas berisi uang tunai Rp 500.000 serta emas kurang lebih 2 gram itu. Modusnya, pelaku mengelabuhi korban dengan menyaru sebagai petugas kesehatan untuk membagikan masker gratis itu. Saat korban tidak sadarkan diri pelaku menggasak harta korban," terang Kapolsek Sambit AKP Sutriatno kepada republikjatim.com, Selasa (07/04/2020).

Berdasarkan keterangan saksi yang tak lain suami korban yakni Suwito (45) polisi berhasil mengantongi ciri-ciri kedua pelaku gendam itu. Namun saat ini, kedua pelaku masih dalam pelacakan dan pengejaran petugas. Kedua pelaku mengendarai sepeda motor. Selain itu, pelaku laki-laki menggunakan celana hitam baju batik dan pelaku cewek pakai baju putih hitam serta memakai masker sensi warna putih biru yang tidak dilepas.

"Pelaku juga membawa tas ransel warna hitam. Itulah ciri-ciri kedua pelaku," tegasnya.

Sementara kata Sutriatno saat ini barang bukti yang berhasil diamankan polisi hanya sebuah tas warna putih yang digunakan menyimpan uang milik korban.

"Kasus gendam ini masih dalam penyelidikan kami. Mudah-mudahan segera tertangkap pelakunya," pungkas mantan Kapolsek Ngrayun ini. Mal/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru